Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Karnaval Hari Anak Nasional, Diisi Deklarasi Perlindungan Anak

Karnaval Hari Anak Nasional, Diisi Deklarasi Perlindungan Anak

Jogjakarta-KoPi|Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY menggelar karnaval kampanye Anti Kejahatan Seksual Anak. Arak-arakan karnaval dimulai pukul 14.00 Wib dari DPRD DIY hingga selesai di titik Nol Kilometer.

Acara karnaval ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2015 lalu. Sebelumnya pada Sabtu, 1 Juli 2015 diadakan lomba mural ‘Wall Nation’ dengan menampilkan pesan dan kritikan terhadap tindakan kekerasan terhadap anak. Sementara acara puncak pada 12 Agustus 2015 di GOR Amongrogo.

Menurut kepala BPPM, Kristiana Swasti, karnaval diikuti oleh 1000 peserta dari semua elemen masyarakat. Mereka terdiri dari anak sekolahan dari SMA hingga Paud, LSM perlindungan anak dan kelompok Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Para peserta karnaval mengenakan kostum polisi, dokter kecil dan pakaian batik.

Ketika sampai di titik Nol Kilometer pada pukul 15.00 WIB salah satu kelompok dari Forum Anak Daerah (FAD) DIY membacakan deklarasi Hari Anak Nasional 2015.

Mereka membacakan 10 deklarasi tentang perlindungan anak. Beberapa poin deklarasi, “Pendampingan kesehatan reproduksi kepada anak secaara menyeluruh, adanya jaringan layak anak, sosialisasi rutin tentang hak perlindungan anak secara merata, pelatihan tindak lanut pengembangan perlindungan anak di tingkat dasar,” ujar FAD DIY. |Winda Efanur FS|

back to top