Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Karnaval Hari Anak Nasional, Diisi Deklarasi Perlindungan Anak

Karnaval Hari Anak Nasional, Diisi Deklarasi Perlindungan Anak

Jogjakarta-KoPi|Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY menggelar karnaval kampanye Anti Kejahatan Seksual Anak. Arak-arakan karnaval dimulai pukul 14.00 Wib dari DPRD DIY hingga selesai di titik Nol Kilometer.

Acara karnaval ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2015 lalu. Sebelumnya pada Sabtu, 1 Juli 2015 diadakan lomba mural ‘Wall Nation’ dengan menampilkan pesan dan kritikan terhadap tindakan kekerasan terhadap anak. Sementara acara puncak pada 12 Agustus 2015 di GOR Amongrogo.

Menurut kepala BPPM, Kristiana Swasti, karnaval diikuti oleh 1000 peserta dari semua elemen masyarakat. Mereka terdiri dari anak sekolahan dari SMA hingga Paud, LSM perlindungan anak dan kelompok Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Para peserta karnaval mengenakan kostum polisi, dokter kecil dan pakaian batik.

Ketika sampai di titik Nol Kilometer pada pukul 15.00 WIB salah satu kelompok dari Forum Anak Daerah (FAD) DIY membacakan deklarasi Hari Anak Nasional 2015.

Mereka membacakan 10 deklarasi tentang perlindungan anak. Beberapa poin deklarasi, “Pendampingan kesehatan reproduksi kepada anak secaara menyeluruh, adanya jaringan layak anak, sosialisasi rutin tentang hak perlindungan anak secara merata, pelatihan tindak lanut pengembangan perlindungan anak di tingkat dasar,” ujar FAD DIY. |Winda Efanur FS|

back to top