Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Karnaval Hari Anak Nasional, Diisi Deklarasi Perlindungan Anak

Karnaval Hari Anak Nasional, Diisi Deklarasi Perlindungan Anak

Jogjakarta-KoPi|Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY menggelar karnaval kampanye Anti Kejahatan Seksual Anak. Arak-arakan karnaval dimulai pukul 14.00 Wib dari DPRD DIY hingga selesai di titik Nol Kilometer.

Acara karnaval ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2015 lalu. Sebelumnya pada Sabtu, 1 Juli 2015 diadakan lomba mural ‘Wall Nation’ dengan menampilkan pesan dan kritikan terhadap tindakan kekerasan terhadap anak. Sementara acara puncak pada 12 Agustus 2015 di GOR Amongrogo.

Menurut kepala BPPM, Kristiana Swasti, karnaval diikuti oleh 1000 peserta dari semua elemen masyarakat. Mereka terdiri dari anak sekolahan dari SMA hingga Paud, LSM perlindungan anak dan kelompok Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Para peserta karnaval mengenakan kostum polisi, dokter kecil dan pakaian batik.

Ketika sampai di titik Nol Kilometer pada pukul 15.00 WIB salah satu kelompok dari Forum Anak Daerah (FAD) DIY membacakan deklarasi Hari Anak Nasional 2015.

Mereka membacakan 10 deklarasi tentang perlindungan anak. Beberapa poin deklarasi, “Pendampingan kesehatan reproduksi kepada anak secaara menyeluruh, adanya jaringan layak anak, sosialisasi rutin tentang hak perlindungan anak secara merata, pelatihan tindak lanut pengembangan perlindungan anak di tingkat dasar,” ujar FAD DIY. |Winda Efanur FS|

back to top