Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Kapolda DIY himbau mahasiswa hati-hati terhadap organisasi antipancasila

Kapolda DIY himbau mahasiswa hati-hati terhadap organisasi antipancasila

Jogja-KoPi│Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri menghimbau mahasiswa UIN Sunan Kalijaga untuk hati-hati terhadap organisasi-organisasi yang tidak sesuai Pancasila dan mengancam NKRI, dalam kuliah umum di Convention hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis (5/5).

Musuh bangsa Indonesia saat ini adalah bangsa Indonesia sendiri. NKRI dihadapkan dengan masalah keberagaman suku, bangsa, agama dan ras. Di sisi lain paham-paham dan keberagaman banyak bermunculan, termasuk dalam bentuk organisasi yang tidak sesuai dengan Pancasila, NKRI dan menginginkan paham sendiri.

Padahal NKRI adalah negara keberagaman yang memiliki pulau-pulau yang berjajar dari Sabang sampai Merauke yang seharusnya menerima keberagaman yang ada dan Pancasila.

Ahmad mengatakan berbagai macam tantangan sedang dihadapi NKRI, masih terjadi intoleransi baik antar umat atau inter umat beragama, masih ada kelompok yang memaksakan ideologi dasar negara selain Pancasila, serta persaingan bangsa antar negara yang menginginkan NKRI pecah, lemah dan bubar.

“Suku bangsa lebih dari seribu, bahasa hampir 700-an, pulaunya hampir 13 ribu, dan memiliki beragam agama. Banyak keberagaman yang kita miliki. Kita harus jaga bersama NKRI yang besar ini yang berazas Pancasila,” jelas Ahmad
Selain itu, Ahmad juga mengatakan sekarang ini Indonesia telah masuk dalam medan perang untuk mempertahankan NKRI baik dari sisis internal atau pun eksternal.

“Perang yang kita hadapi sekarang tak lagi dengan menggunakan senjata, tak ada lagi peluru nyasar. Perang saat ini bisa di keberagaman informasi, ekonomi, budaya, dan perang membangun presepsi. Perangnya pun sudah masuk dalam ranah privasi”, jelasnya.

Masalah keberagaman yang dihadapi NKRI membuat Ahmad khawatir jika mahasiswa masuk ke dalam organisasi yang ditumpangi oleh kepentingan yang ingin memecah NKRI melalui keberagaman dan paham yang tidak sesuai dengan NKRI dan Pancasila.

“Jangan sampai mahasiswa masuk dalam organisasi-organisasi yang berlawanan dengan Pancasila dan NKRI. Masuklah ke organisasi yang sepaham dengan NKRI agar selalu cinta dengan NKRI”, ujarnya.

back to top