Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kantor berita Turki: 109 tentara Rusia tewas di Suriah selama 4 bulan

Kantor berita Turki: 109 tentara Rusia tewas di Suriah selama 4 bulan

Lebih dari seratus tentara Rusia tewas sejak Moskow meluncurkan operasi militer di Suriah pada akhir September untuk mendukung rezim Basyar al-Assad. Demikian keterangan sebuah sumber yang disebut dekat dengan rezim Suriah kepada Anadolu Agency, Turki.

Sumber anonim tersebut mengatakan bahwa ratusan tentara Rusia di Suriah secara rutin ambil bagian sebagai komando garis depan pada berbagai serangan rezim Assad ke wilayah oposisi. Bahkan pasukan khusus Rusia sesekali berpartisipasi dalam operasi bersama dengan pasukan pro rezim.

Militer Rusia diterjunkan di provinsi Latakia, khususnya di daerah Durin, Salma dan Rabia serta pangkalan militer Hmeimim. Mereka juga bertugas sebagai tim operator pesawat dan rudal di provinsi Damaskus, Hama, dan Homs.

Selain itu, Rusia juga hadir di timur laut provinsi al-Hasakah untuk perluasan bandara internasional Qamishli yang dekat perbatasan Turki. Pada tanggal 19 Januari, komite lokal Suriah melaporkan bahwa terdapat 100 tentara Rusia yang dikerahkan di Qamishli.

Sumber menyebut bahwa sebanyak 109 orang tentara Rusia tewas sejak dimulainya operasi militer pada 30 September 2015. Banyak yang tewas dalam pertempuran, sementara beberapa lainnya tewas karena helikopter angkut mereka ditembak jatuh.

Menurut UU Rusia, penyebab kematian tentara di masa damai dianggap sebagai rahasia negara. Hukum Rusia juga melarang untuk memberikan informasi tentang tewasnya pasukan Rusia dalam operasi khusus.

Dukungan Beruang Moskow cuma perluas 1,3% wilayah Assad
Meskipun digempur hebat oleh militer Rusia, pejuang oposisi terus bertahan dari serangan pasukan rezim dan milisi Syi'ah di banyak front pertempuran.

Menurut sebuah laporan pada 11 Januari, luas wilayah yang dikontrol oleh rezim Suriah hanya naik 1,3% dari sebelumnya, meskipun berbulan-bulan telah dibantu Rusia. Walaupun baru-baru ini kemajuan rezim cukup mencolok di utara Latakia, yaitu di daerah Jabal Turkman dan Jabal Akrad. Juga merebut kota Syeikh Miskin di Dara'a.

Di provinsi Aleppo, kekuatan oposisi masih sanggup menguasai setengah wilayah. Serta mempertahankan Idlib yang hampir dikuasai seluruhnya sejak tahun 2015 lalu. Sementara serangan rezim yang didukung Rusia juga gagal memberi hasil berarti di provinsi Hama dan Homs. Pejuang oposisi terus mengontrol Ghoutah Timur di pesisir Damaskus, di tengah pengeboman udara besar-besaran.

Oposisi Suriah bahkan membuat keuntungan strategis terhadap rezim pada awal Rusia mulai turun tangan, dengan memenangkan beberapa pertempuran di provinsi Hama, merebut desa Atshan dan Kafr Nabuda, serta kota strategis Morek dengan memusnahkan 25 tank buatan Rusia.|Anadolu Agency|Risalah|

back to top