Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kandungan gizi beras anonim lebih tinggi

Kandungan gizi beras anonim lebih tinggi
Surabaya - KoPi | Beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia dalam kategori pangan. Dengan adanya ketergantungan tersebut, permintaan beras meningkat sedang kapasitas produksi tidak memadai.

Menurut Dr. Merryana Adriani, SKM.,M.Kes para ilmuan saat ini mulai menemukan beras dengan bahan dasar lain. Beras yang disebut sebagai beras anonim ini merupakan hasil olahan bahan seperti umbi-umbian yang diproduksi mirip seperti beras.

Munculnya beras anonim ini didasari atas kebutuhan msayarakat yang kerap sudah tidak bisa mengkonsumsi beras jenis padi. Alasannya adalah  kandungan beras padi yang bertentangan dengan kesehatan, efektifitas penggunaan sumber daya alam masyarakat tersebut  atau semakin tingginya harga beras padi.

Beras jenis ini merupakan adopsi dari umbi-umbian yang dibentuk mirip seperti beras. Seperti adanya Rasi (Beras Singkong), pengolahan dasarnya adalah singkong yang diparut hingga menjadi tepung. Kemudian ampasnya dijemur dan dibentuk menyerupai beras.

“beras anonim yang menggunakan umbi-umbian bahkan bisa memiliki gizi yang lebih tinggi dari beras dari padi. Didalam umbi-umbian megandung karbohidrat dan juga serat. Sehingga ketika keduanya digabungkan dan menjadi bahan pokok, maka gizi untuk konsumen terjamin” ujar Merry.

Meskipun begitu, adaptasi bagi konsumen beras anonim membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Apalagi beras anonim tersebut memiliki tekstur dan rasa yang berbeda dari beras yang dihasilkan dari padi.

Namun, ia menilai subsistensi beras tersebut akan membantu kalangan bawah. Dimana harga beras anonim pastinya akan lebih murah dan memiliki kandungan gizi yang sesuai. | Labibah

back to top