Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Kamis 17 Juni, MUI gelar rukyah tetapkan puasa

Kamis 17 Juni, MUI gelar rukyah tetapkan puasa

Jogjakarta-KoPi|  Pada tanggal 17 Juni 2015 pukul 16.00-17.00 WIB MUI Jogja beserta pemuka agama di DIY akan menggelar rukyah di Pesisir Parangkusumo. Meskipun beberapa kalangan MUI sudah menetapkan awal puasa jatuh pada hari Kamis (18/6), kegiatan rukyah sebagai upaya menetapkan keyakinan.

Pasalnya berdasarkan hitungan jatuh pada hari Kamis namun sesuai pertauran pusat dipakai cara rukyatul hilal.Penetapan awal bulan Ramadhan dengan rukyah merujuk pada perintah MUI pusat.

Serupa dengan cara yang digunaka oleh Arab Saudi untuk menentukan awal bulan Ramadhan.

“ Prinsip penggunaan rukyah ini yang dipakai pemerintah merujuk pada Mekkah. Namun Mekkah dengan sini hanya terpaut 4 jam. Biasanya di sini belum sampai, di sana (Mekkah) sudah tampak”, papar Ketua II MUI DIY Drs. Jufrihansah.

Adanya selisih jam tersebut diakui oleh Ketua II MUI DIY Drs. Jufrihansah bisa menyebabkan perbedaan waktu berpuasa. Namun dia menambahkan dari kalangan Muhammadiyah Jogja tidak ada perbedaan waktu puasa.

“ Awal puasa tahun 2015-2022 bakal sama dengan Muhammadiyah”, tutur Drs. Jufrihansah saat menghadiri Launching promosi kesehatan Dinkes DIY di Balaikota pukul 10.30 WIB.

Namun terlepas dari ketentuan rukyah nantinya, Ketua II MUI DIY Drs. Jufrihansah memberi kebebasan kepada umat Islam.
“ Dalam hisab itu umat Islam diberi kebebasan. Silahkan kalau mau yakin, tapi biasanya sudah mengambil sikap dan yang dianut pemerintah seperti ini. Bila ada umat yang mengambil sikap lain tetap dihormati”, papar Drs. Jufrihansah.  |Winda Efanur FS|

back to top