Menu
Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

Prev Next

Kalpataru lepas, karena Jogja kotor ?

Kalpataru lepas, karena Jogja kotor ?

Winda Efanur FS


Yogyakarta-KoPi, “Soal Kalpataru lepas tahun ini setelah tujuh kali berturut-turut dipertahankan. Hal ini lebih kembali kepada kebijakan pemimpin walikota. Walikota dulu kan beda sama sekarang. Toh, menjaga lebih susah dari membuat bersih”.

Sebuah pernyataan yang dilontarkan oleh Marketing farmasi, Aris hadi. Menurutnya dengan lepasnya Kalpataru tidak lantas membuat Yogyakarta dicap kota kotor. Pasalnya ada titik-titik strategis lain yang menunjukan perbaikan.

“Sekarang cenderung lebih bersih, kalau dahulu di Kranggan kotor. Orang-orang membuang sampah sembarangan. Tapi kita juga lihat tempatnya, kalau di kampung cenderung warga bisa menjaga kebersihannya, tapi untuk tempat umum kayak alun-alun utara cukup susah soalnya tidak jarang wisatawan yang membuang sampah seenaknya”, jelas Aris.

Berbeda dengan Aris Hadi, wisatawan asal Bekasi Hasan Busro melihat Yogyakarta tidak bersih dan tidak kotor. Kebersihan terlihat pada desa-desanya sedangkan tempat umum beberapa kotor.

“ Soal kebersihan jadi tanggung jawab masyarakat dan pemerintah dan yang terpenting pengawasan. Kayak Singapura kan aslinya kota kecil, menerapkan sanksi besar serta konsisten. Kalau ada pengunjung buang rokok sembarangan restoran, pemilik segera memungutnya sampahnya, Karena takut kena denda. Kalau kita masih sebatas konsep”, kata Hasan.

 

 

 

back to top