Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Kalpataru lepas, karena Jogja kotor ?

Kalpataru lepas, karena Jogja kotor ?

Winda Efanur FS


Yogyakarta-KoPi, “Soal Kalpataru lepas tahun ini setelah tujuh kali berturut-turut dipertahankan. Hal ini lebih kembali kepada kebijakan pemimpin walikota. Walikota dulu kan beda sama sekarang. Toh, menjaga lebih susah dari membuat bersih”.

Sebuah pernyataan yang dilontarkan oleh Marketing farmasi, Aris hadi. Menurutnya dengan lepasnya Kalpataru tidak lantas membuat Yogyakarta dicap kota kotor. Pasalnya ada titik-titik strategis lain yang menunjukan perbaikan.

“Sekarang cenderung lebih bersih, kalau dahulu di Kranggan kotor. Orang-orang membuang sampah sembarangan. Tapi kita juga lihat tempatnya, kalau di kampung cenderung warga bisa menjaga kebersihannya, tapi untuk tempat umum kayak alun-alun utara cukup susah soalnya tidak jarang wisatawan yang membuang sampah seenaknya”, jelas Aris.

Berbeda dengan Aris Hadi, wisatawan asal Bekasi Hasan Busro melihat Yogyakarta tidak bersih dan tidak kotor. Kebersihan terlihat pada desa-desanya sedangkan tempat umum beberapa kotor.

“ Soal kebersihan jadi tanggung jawab masyarakat dan pemerintah dan yang terpenting pengawasan. Kayak Singapura kan aslinya kota kecil, menerapkan sanksi besar serta konsisten. Kalau ada pengunjung buang rokok sembarangan restoran, pemilik segera memungutnya sampahnya, Karena takut kena denda. Kalau kita masih sebatas konsep”, kata Hasan.

 

 

 

back to top