Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kalpataru lepas, karena Jogja kotor ?

Kalpataru lepas, karena Jogja kotor ?

Winda Efanur FS


Yogyakarta-KoPi, “Soal Kalpataru lepas tahun ini setelah tujuh kali berturut-turut dipertahankan. Hal ini lebih kembali kepada kebijakan pemimpin walikota. Walikota dulu kan beda sama sekarang. Toh, menjaga lebih susah dari membuat bersih”.

Sebuah pernyataan yang dilontarkan oleh Marketing farmasi, Aris hadi. Menurutnya dengan lepasnya Kalpataru tidak lantas membuat Yogyakarta dicap kota kotor. Pasalnya ada titik-titik strategis lain yang menunjukan perbaikan.

“Sekarang cenderung lebih bersih, kalau dahulu di Kranggan kotor. Orang-orang membuang sampah sembarangan. Tapi kita juga lihat tempatnya, kalau di kampung cenderung warga bisa menjaga kebersihannya, tapi untuk tempat umum kayak alun-alun utara cukup susah soalnya tidak jarang wisatawan yang membuang sampah seenaknya”, jelas Aris.

Berbeda dengan Aris Hadi, wisatawan asal Bekasi Hasan Busro melihat Yogyakarta tidak bersih dan tidak kotor. Kebersihan terlihat pada desa-desanya sedangkan tempat umum beberapa kotor.

“ Soal kebersihan jadi tanggung jawab masyarakat dan pemerintah dan yang terpenting pengawasan. Kayak Singapura kan aslinya kota kecil, menerapkan sanksi besar serta konsisten. Kalau ada pengunjung buang rokok sembarangan restoran, pemilik segera memungutnya sampahnya, Karena takut kena denda. Kalau kita masih sebatas konsep”, kata Hasan.

 

 

 

back to top