Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Jusuf Kalla membuka Kongres GP Anshor XV

Jusuf Kalla membuka Kongres GP Anshor XV

Jogja-KoPi "Berjuang bukan hanya dalam artian fisik namun berjuang dalam perekonomian", kata Jusuf Kalla dalam sambutannya ketika membuka Kongres Gerakan Pemuda (GP) Anshor XV di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Kamis 26 November 2015.

Kongres GP Anshor XV yang diikuti oleh seluruh anggota seluruh Indonesia, akan berlangsung selama 3 hari mulai 25-27 November 2015. Agenda utamanya adalah memilih Ketua Umum GP Anshor periode 2015-2020. Acara Pembukaan juga dihadiri para tokoh lainnya seperti Sultan Hamengkubuwono X, Muhaimin Iskandar, dan Khalid Mawardi.

Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla mengapreasi Kongres GP Ansor XV dan menaruh harapan besar pada GP Anshor untuk ikut berjuang dalam memajukan perekonomian Indonesia.

“Kita kekurangan toko, industri, lapangan kerja, dan kerajinan dalam negara ini,” jelas Jusuf Kalla.

Kongres kali ini mengambil tema Menjaga Keutuhan Bangsa, Memperkuat Kedaulatan Negara, Meluhurkan Nilai Kemanusiaan. Tema ini diambil untuk memperkuat solidaritas GP Anshor se-Indonesia, agar dapat memaksimalkan peran stratetegi dalam memajukan Indonesia.

Pimpinan Umum GP Anshor, Nusron Wahid, menjelaskan bahwa kongres kali ini bertujuan agar GP Anshor dapat memaksimalkan perannya dalam memajukan Indonesia, karena wajah GP Anshor adalah wajah Nadhatul Ulama masa depan, dan wajah Nadhatul Ulama adalah wajah Indonesia di masa depan.

Sementara, Sultan Hamengkubuwono X mengapresiasi tema ini sebagai tema yang sangat tepat, karena globalisasi telah mengubah kehidupan dan mengendorkan rasa solidaritas sehingga diperlukan penguatan sosial dan kesadaran bahwa perbedaan adalah kekuatan terbesar. |Frenda Yentin∣Cucuk Armanto|

back to top