Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Jurus Ki Hajar Dewantara hadapi tantangan pendidikan

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Tarbiyah dan Kependidikan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Tarbiyah dan Kependidikan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Yogyakarta-KoPi, Pendidikan di Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang sangat besar, namun ternyata untuk menghadapinya ada konsep pendidikan zaman dahulu yang masih relevan dengan saat ini, yaitu ajaran Ki Hajar Dewantara mengenai “Tri Pusat Pendidikan”, sebagaimana dipaparkan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Tarbiyah dan Kependidikan Dr. Sukiman, M.Pd. saat ditemui di ruangannya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (14/5).

“Konteksnya terutama terkait HARDIKNAS, saya kira sebenarnya konsep yang dikembangkan oleh Ki Hajar itu sangat bagus, adanya “Tri Pusat Pendidikan” yang antara lingkungan sekolah, keluarga kemudian masyarakat harus bersinergi. Itu saya kira adalah konsep yang sampai sekarang masih relevan untuk dikembangkan. Cuma ini masih belum dilaksanakan oleh semua sekolah dan semua lini pendidikan,” papar Sukiman mengenai cara menghadapi tantangan pendidikan saat ini.

“Artinya memang harus bersinergi antara sekolah, masyarakat kemudian sekolah. Dan ini harus saling memberikan informasi terkait dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh masing-masing lingkungan itu. Misalnya, sekolah ya harus terbuka kepada orang tua, orang tua pun juga harus care (peduli) terhadap pendidikan anak-anaknya,” tambahnya.

“Jangan sampai nanti mentang-mentang sudah membayar mahal begitu saja menyerahkan tanpa juga ikut bertanggung jawab, mengawasi terus memantau perkembangan anak didik mereka. Jadi saya kira tidak bisa seperti itu sekarang, karena kalau hanya dibebankan kepada pihak sekolah, lembaga pendidikan formal menjadi sangat berat karena tantangannya saat ini kan luar biasa, makanya harus bersinergi untuk saling mendukung,” jelasnya lagi.

“Termasuk yang saya tekuni di bidang agama, misalnya sekolah mengajarkan nilai-nilai moral keagamaan begitu rupa tapi kalau keluarga tidak mendukung ya itu seperti bertepuk sebelah tangan. Demikian juga masyarakat, di sekolah di keluarga dididik bagus tapi masyarakatnya juga menyuguhkan hal yang tidak baik ya itu nanti juga tidak akan maksimal,” ia memberikan contoh.

Sebelum mengakhiri penjelasannya ia menekankan lagi konsep pendidikan yang diajarkan Ki Hajar Dewantara, “Saya kira resepnya yaitu pertama mengangkat kembali konsep pendidikan yang  dicanangkan oleh Ki Hajar Dewantara “Tri Pusat Pendidikan”.


Reporter: Fahrurrazi

back to top