Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Jurnalis Muslim ini jadi model majalah Playboy berhijab pertama

Jurnalis Muslim ini jadi model majalah Playboy berhijab pertama
KoPI | Kalau mendengar nama majalah Playboy, pasti terbayang majalah dengan model-model cantik tanpa busana. Lalu bagaimana jadinya bila seorang Muslimah Amerika berpose untuk majalah tersebut?
 

Noor Tagouri, seorang jurnalis Amerika keturunan Libya baru-baru ini menjadi perempuan Muslim pertama yang menjadi model majalah dewasa tersebut. Namun, berbeda dengan model Playboy lain, ia tampil dengan mengenakan hijab dan pakaian tertutup yang terdiri dari jaket kulit, celana hitam, dan sepatu sneakers putih.

Foto tagouri tersebut dimuat di mahalah Playboy edisi Oktober 2016. Edisi tersebut masuk dalam rangkaian seri penerbitan Renegade. Seri tersebut dimaksudkan untuk merayakan keberanian para penciptanya dalam membengkokkan peraturan.

“Sebagai seorang aktivis yang tangguh dengan hasrat untuk menginginkan perubahan, didukung dengan penampilan yang cantik, Tagouri memaksa kita untuk bertanya pada diri kita mengapa kita menghadapi kesulitan membungkus pikiran kita terhadap wanita muda yang secara sukarela menutup rambut mereka,” tulis Playboy dalam majalah mereka.

Foto Tagouri di Playboy tersebut tak urung memunculkan kritik. Beberapa orang terkejut melihat seorang wanita Muslim tampil di majalah tersebut.

“Apa kita perlu menghubungkan diri dengan institusi yang selama ini memperlakukan wanita sebagai obyek demi menantang persepsi masyarakat dan merayakan pemberdayaan wanita? Inikah cara kita mengambil kembali narasi kita?” tulis blogger Nishaat Ismail yang sama-sama mengenakan hijab.

Ada juga yang memuji keputusan Tagouri berpose untuk Playboy, seperti Aymann Ismail, produser situs video Slate. “Sering perempuan Muslim didikte harus berpakaian dan bertindak bagaimana oleh kelompok lain yang bukan perempuan atau Muslim. Bagi perempuan Muslim yang memilih berhijab, penampilan luar yang menunjukkan keyakinan mereka membuat mereka rentan,” tulis Ismail.

 

Tagouri merupakan warga Amerika keturunan Libya generasi pertama dari West Virginia. Ia memiliki impian untuk menjadi anchor (pembawa berita) berhijab pertama di televisi komersial Amerika. Pada tahun 2012 ia meraih perhatian secara online ketika memposting foto dirinya di meja berita ABC 7 News, dengan kutipan: ‘Pembawa berita berhijab pertama di televisi Amerika’. Foto tersebut menjadi viral dan memunculkan kampanye dengan tagar #LetNoorShine yang mendorong orang lain untuk menerima identitas dan mengejar impian mereka. | Daily Mail

back to top