Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Jumlah wisman Borobudur sepuluh kali lipat di bawah Angkor Wat

Jumlah wisman Borobudur sepuluh kali lipat di bawah Angkor Wat
Prambanan-KoPi| Candi Borobudur saat ini dinilai hanya mampu menarik sedikit wisawatan mancanegara. Untuk itu Kementrian Pariwisata bersama Kementrian Koordinator Kemaritiman meluncurkan Badan Otorita Pariwiasata (BOP) Borobudur. 
 
Menteri Pariwisata, Arif Yahya mengatakan Borobudur saat ini hanya bisa menarik 250 ribu wisatawan mancanegara(wisman) per bulannya. Jumlah ini jauh pencapain  wisman Candi Angkor Wat, di Kamboja yang mencapai 2,5 juta per bulan. 
 
 
"Atraksi Borobudur hanya bisa menarik 250  ribu wisman ,jika dibandingkan secara head to head angka ini jauh lebih kecil dibandingkan jumlah wisaman yang bisa diattract Angkor Wat yang berjumlah 2,5 juta, 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan Borobudur,"katanya saat jumpa pers di Ramayana Ballet Prambanan, Rabu (19/7).
 
 
Tidak hanya itu, Arif juga menuturkan waktu tinggal wisman yang datang ke Borobudur sendiri hanya sekejap, hanya  1,5 hari dari total length of Stay tingkat nasional yaitu 8 hari. 
 
 
Ia memperkirakan seorang wisaman menghabiskan minimal 150 dollar perhari selama berkunjung ke Indonesia.Hal inilah yang berdampak ke anggaran pendapatan daerah yang rendah karena turis hanya menghabiskan sedikit uang karena waktu kunjungannya terbilang singkat Borobudur. 
 
Arif pun melihat  penyebab masalah ini disebabkan dua faktor besar seperti kurangya akses udara ke Borobudur dan kurangya atraksi.
 
"Hampir 75% wisman  menggunakan akses jalur udara untuk datang ke Indonesia lewat DIY dan berkunjung ke Borobudur, namun karena akses udara kita belum tersupport dengan baik sehingga jumlah wisman lebih sedikit. Atraksi Borobudur juga sangat sedikit sehingga wisman hanya terfokus ke Borobudur, seolah mereka terisolir," papar Arif.
 
Pengentasan akses udara ini sudah diurus oleh dengan cara pembangunan bandara baru di Kulonprogo. Bandara diharapkannya dapat menambah jumlah wisman yang datang ke Borobudur.
 
Sementara itu, pemerintah sampai beberapa bulan sebelumnya belum menemukan solusi untuk membuat wisman bisa  menambah Length of staynya di Borobudur.
 
Barulah tiga bulan lalu pemerintah mulai merancang pembentukan BOP Borobudur melalui Perpres no 46 Tahun 2017 pada April lalu dan baru di Launching hari ini setelah menunggu 3 bulan Perpres disahkan. 
 
Arif pun berharap agar badan ini dapat meningkatkan ketertarikan wisatawan dan mampu meningkatkan jumlah wisman ke Borobudur.
 
Tugas dari BOP sendiri nantinya  mengkoordinasikan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) untuk menunjang wisata Borobudur. 
 
BOP Borobudur akan mengelola kawasan pariwisata yang  berjumlah tiga destinasi pariwisata nasional' yang meliputi Solo-Sangkan dan sekitarnya, Semarang Karimunjawa dan sekitarnya, Borobudur-Yogyakarta dan sekitarnya. 
 
"Harapannya adalah dengan pengelolan KSPN ini ,wisman Borobudur bisa menambah length of stay mereka hingga pada tingkat rata-rata nasional,"imbuhnya.
 
Sementara itu Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinasi Kemaritiman menegaskan perbaikan infrastruktur, pembuatan jalur penerbangan langsung,dan pengintegrasian antar wilayah akan membantu mengatasi masalah di Borobudur.
 
Ia pun menegaskan Indonesia tidak boleh bergantung kepada APBN dalam membangun pariwisatanya demi peningkatan perekonomian dan wisata Indonesia kedepannya.
 
"Kita tidak boleh bergantung dengan APBN lagi,semua wisata harus dibawah kementran dan akan diurus oleh badan Otorita ,semua harus berintegeasi agar DIY dan Jateng integritas dan tidak Sporadis,"pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli
back to top