Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Jumlah pasien jantung dan kanker di Yogyakarta terus meningkat

Jumlah pasien jantung dan kanker di Yogyakarta terus meningkat

Yogya – KoPi, Jumlah pasien jantung dan kanker di Yogyakarta terus meningkat. Hal ini diperkuat dengan gaya hidup masyarakat yang kurang sehat sehingga hal itu dapat memicu kedua penyakit itu.

Saat ini saja, para remaja dan mahasiswa di Yogyakarta sudah ada yang melakukan cuci darah pada usia mudanya. “Saya menyayangkan banyaknya remaja dan mahasiswa sudah melakukan cuci darah pada usia 33 tahun dan hal ini diperkuat karena gaya hidup mereka yang kurang sehat,” terang Sri Sultan HB X, hari ini.

Gubernur DIY di depan rombongan Universitätsklinikum Münster (UKM) atau University Hospital of Munster Jerman menyebutkan, penyebab peningkatan tersebut belum diketahui secara jelas. Namun ia meyakini hal itu terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat. ”Saya khawatir, jika hal ini terus dibiarkan bagaimana nasib generasi muda di Yogyakarta,” kata Sultan HB X.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X mendukung penuh adanya kerja sama antara UMY dengan University Hospital of Munster Jerman. Dan ia berharap kerja sama ini akan memeberi manfaat bagi semua lapisan masyarakat, terutama bagi penderita penyakit jantung dan kanker. ”Saya mendukung penuh kegiatan ini dan saya bersedia membantu melengkapi kebutuhan untuk merealisasikan kerja sama tersebut,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut kerja sama itu, Sultan Hamengkubuwono X dan beberapa orang yang terlibat dalam kerja sama itu, akan diundang ke Jerman untuk melakukan penandatangan MoU berkaitan kerja sama program jangka panjang yang akan disepakati kedua universitas.

Dalam kesempatan itu, Prof. Dr. Jörg Haier,  LL.M. (Coor. Director of the Comprehensive Cancer Center Muenster-Jerman) menjelaskan tentang kerja sama dan program kerja sama yang dilaksanakan nantinya. Program kerja sama yang akan dibangun, yaitu pendidikan dan pelatihan, pelayanan kesehatan di Indonesia khususnya di Yogyakarta. “Dan perencanaan model perawatan medis di masa depan,” jelas Dr. Jörg Haier.

Nantinya, pelatihan yang akan dibangun adalah dalam bentuk mendatangkan para ahli Jerman untuk mentraining para dokter dan tenaga kesehatan di Yogyakarta agar bisa melakukan pelayanan yang baik bagi penderita penyakit jantung dan kanker. Pelatihan itu mengenai leader healthcare dan manajemen healthare melalui pendeteksian secara dini dan penanganan kankernya. “Untuk deteksi dini ini kami akan memberikan pelatihan pada dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya di Yogyakarta bagaimana cara menscreening pasien,” paparnya.

Program yang dibangun, dalam hal ini memang lebih memfokuskan tentang penanganan awal dalam mengatasi penderita penyakit jantung dan kanker. Sebab, penanganan penyakit jantung dan kanker secara dini lebih baik daripada mengobati. Ketika publik mengetahui penanganan tersebut, hal ini bisa mengurangi angka kematian yang terjadi akibat kedua penyakit itu.

Reporter: Affan Safani Adham

back to top