Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Jombang lindungi ibu dan anak dengan Perda Anti Susu Formula

Jombang lindungi ibu dan anak dengan Perda Anti Susu Formula
Dari 98 kabupaten/kota yang ada di Indonesia, Jombang adalah  satu atau dua kabupaten di Indonesia yang punya komitmen menerbitkan Perda Pemberian ASI Ekslusif. Dengan Perda No 2 Tahun 2015 ini, Jombang mencoba melindungi kesehatan Ibu dan Anak.
 
Jombang-KoPi| Langkah Bupati dan DPRD Jombang ini mendapat apresiasi banyak pihak. Pasalnya, zaman modern membuat seorang ibu semakin enggan untuk menyusui anaknya. Mereka lantas lebih percaya terhadap susu formula sebagai pengganti ASI. Padahal susu formula merupakan penyebab timbulnya masalah-masalah baru bagi anak dan ibu, seperti obesitas dan infeksi cronobacter pada anak, kanker payudara, kanker indung telur, serta diabetes pada ibu.
 
"Susu formula itu tidak jelas, ada yang dari susu sapi dan susu kambing  serta tidak diperuntukkan untuk manusia,” jelas Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko. 
 
Masalah yang ditimbulkan oleh susu formula harus dapat ditangani sedini mungkin untuk menyelamatkan ibu dan anak Indonesia. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah Jombang adalah dengan menetapkan Perda No 2 Tahun 2015 Tentang Pemberian ASI Eklusif yang dimaksudkan untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu, anak, keluarga, serta memberikan nilai ekonomis kepada masyarakat dengan mengurangi pemakaian susu formula bayi atau produk bayi lain. 
 
Perda ini mengatur segala sesuatu yang berkaitan Pemberian ASI Eklusif, mulai dari ASI Eklusif hingga sanksi administratif yang diberikan kepada pihak-pihak yang melanggar. Sanksi diberikan sebagai tanda keseriusan dalam implementasi di lingkungan masyarakat, yang diharapkan dapat ditaati oleh semua pihak baik tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan maupun seorang ibu.
 
IMD
 
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan salah satu bagian yang ada dalam perda ini, yaitu proses menyusui yang dimulai secepatnya dan segera setelah proses melahirkan. 
 
“IMD dilakukan dengan cara segera setelah proses melahirkan, bayi ditengkurapkan di dada ibu sehingga kulit bayi melekat pada kulit ibu minimal satu jam atau sampai menyusu awal selesai,” jelas dr. Utami Roesli SpA, IBCLC.FABM.
 
Persentuhan antara kulit ibu dan bayi ini akan memberikan kehagatan pada bayi. Bayi akan merasa hangat ketika berada di atas dada ibunya. Ikatan emosional antara ibu dan anak secara tidak langsung terjalin lebih erat saat hal ini berlangsung, membuat seorang anak merasa nyaman berada dalam dekapan ibunya begitu pula sebaliknya.
 
IMD sendiri dapat meningkatkan oksitosin yang berguna untuk mempercepat mengecilnya rahim dan meningkatkan produksi ASI, sehingga  dapat mengurangi resiko kematian saat melahirkan. 
 
Selain itu, IMD juga bermanfaat dalam memperkuat pencernaan bayi. Hal ini terjadi saat bayi menjilati kulit ibunya, bakteri baik yang terdapat di kulit akan masuk kedalam usus. Jumlah bakteri yang masuk dalam tubuh sang bayi tidak diketahui karena hal tersebut sesuai dengan kebutuhan bayi. Antibodi dalam tubuh bayi juga akan lebih cepat terbentuk dengan adanya IMD yang dapat berguna dalam mencegah infeksi dan kematian pada bayi. |Frenda Yentin|
 
back to top