Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Jokowi tidak merespon 'undangan', BEM KM UGM ancam aksi besar-besaran

Jokowi tidak merespon 'undangan', BEM KM UGM ancam aksi besar-besaran

Jogjakarta-KoPi|BEM KM UGM kembali menggelar aksi mengkritik kebijakan presiden Jokowi di bunderan UGM pukul 10.00 tadi. Aksi ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan sejak tanggal 12-14 Mei 2015.

Dalam aksi ini para mahasiswa melayangkan surat berisi kekecewaan tidak ada kepastian dialog dengan presiden Jokowi. Dialog membahas kondisi nasional yang tidak membaik seiring jalannya pemerintahan Presiden Jokowi.

Para mahasiswa mengkritik beberapa kebijakan presiden yang cenderung tidak mensejahterakan rakyat.
Beberapa kebijakan yang mendapat sorotan mengenai pelepasan harga BBM pada mekanisme pasar. Sehingga harga BBM diselaraskan dengan harga minyak dunia saat ini, lalu kenaikan harga barang pokok. Dalam ranah politik –hukum terjadi pengkerdilan KPK, dan pengangkatan jaksa agung yang tidak menjalani proses yang fair.

Mengenai keadaan darurat nasional ini pihak BEM KM UGM sempat mendatangi Presiden Jokowi pada Maret lalu. Namun sayang pihak BEM KM UGM hanya ditemui oleh wantimpres yang tidak memberikan kepastian untuk berdoalog dengan presiden.

“Mengapa untuk bertemu dengan bapak (Jokowi) saja kami sulit? Mengapa untuk bertemu bapak harus ada tameng, Wantimpres dibalik undangan terakhir kami? Bahkan banyak ketakutan dari kami hadir karena jaminan adanya konferensi pers pasca Acara Dialog Wantimpres tak kunjung kami dapati, kami menyebutnya pola represif negara menjadi nyata”, orasi Presma BEM KM UGM Satria Tri Putra Wisnumurti.  

Para mahasiswa mengancam bila sampai deadline penerbitan surat ini tanggal 18 Mei 2015 Presiden Jokowi tidak merespon, maka para mahasiswa akan mengadakan aksi besar-besaran skala nasional. |Winda Efanur FS|

back to top