Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Jokowi mencoret 8 calon menteri merah

Jokowi mencoret 8 calon menteri merah

Jakarta-KoPi. Jokowi harus mecoret delapan calon menteri yang mendapat rambu-rambu merah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Menjawab pertanyaan wartawan Jokowi menyatakan akan mengganti yang mendapat warna merah dengan figur lain.

"Masak tidak diganti, nanti siapa yang mengisi? Jelasnya.

Soal nama-nama kedelapan orang tersebut presiden yang baru saja dilantik ini tidak bisa menyampaikan kepada publik. Dia juga menghimbau agar masyarakat dan media tidak berspekulasi. Banyak edaran susunan kabinet yang berbeda-beda.

Para pengganti menurut Jokowi akan diambil dari mereka yang sejak tanggal 20 Oktober diundang ke istana negara dan nama-nama lain atau baru.

Laporan KPK dan PPATK menyebabkan Jokowi harus berpikir ulang untuk mencari figur-figur pengganti. Sampai saat ini masyarakat masih menanti siapa saja mereka yang akan duduk di tim kabinet Koalisi Indonesia Hebat.

 

E. Heramawan

 

back to top