Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Jokowi, mafia dan rakyat

foto: www.opendemocracy.net foto: www.opendemocracy.net
Jokowi, presiden terpilih, pada beberapa kesempatan termasuk saat munas PKB di Surabaya (31/8/14), menyatakan Indonesia menghadapi musuh besar yaitu mafia migas. Namun perlu kita sadari bahwa mafia tidak hanya bercokol dalam pengelolaan migas. Para mafia tersebut menyebar dan menguasai sektor-sektor fundamental seperti pangan, pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan sektor lainnya.

Para mafia membangun jejaring kuat di dalam struktur politik negara seperti dewan perwakilan rakyat (DPR), pemerintahan eksekutif, dan lembaga-lembaga penegakan hukum. Para mafia sebagian nampak sebagai para pejabat dalam struktur politik tersebut, beridentas ganda sebagai pebisnis sekaligus politisi, dan atau tersembunyi bermain di balik layar.

Kepentingan paling kuat para mafia adalah mengeruk segala kekayaan negara dan bangsa untuk kepentingan diri, kelompok dan golongannya. Mereka mengumpulkan dana haram untuk menyokong langgengnya jejaring kekuasaan dalam struktur politik. Sehingga siapapun yang menjadi presiden, para mafia tetap berjaya sebagai lintah penghisap tubuh bangsa.

Jokowi, dan JK, pun tidak akan imun dari kepentingan para mafia tersebut. Secara halus, desublimasi represif, Jokowi bisa saja tunduk pada kepentingan mafia sehingga susunan kabinet pemerintahan juga diisi oleh para aktor yang sesungguhnya pendukung dari kepentingan para mafia.

Jokowi menunjuk Rini Soemarmo sebagai kepala staff Kantor Transisi yang dinilai bersih dari korupsi. Benarkah demikian? Belum ada bukti apakah Rini Soemarmo terlibat atau tidak terlibat korupsi, terutama pada kasus skandal BLBI yang sempat menjadi isu. Namun demikian, lebih jauh dari isu korupsi, apakah Rini bagian dari mafia yang selalu berupaya mengeruk kekayaan negara untuk kepentingan sendiri?

Jawaban tersebut perlu pendalaman pada historis profesionalitas, jejaring ekonomi politik, dan bentuk kebijakan Rini ke depan. Saat ini, kita tetap harus waspada bahwa para mafia tidak akan tinggal diam. Mereka tidak hanya berdiri pada satu sayap kekuasaan, namun menanamkan jejaringnya pada sayap-sayap kekuasaan. Jokowi tidak imun dari para mafia. Rakyat perlu selalu waspada dan kritis.

 

 

back to top