Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Jokowi keluarkan paket deregulasi ekonomi dan akan pimpin langsung

Jokowi keluarkan paket deregulasi ekonomi dan akan pimpin langsung

Jakarta-KoPi| Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan paket kebijakan deregulasi ekonomi tahap pertama di Istana Merdeka, Rabu, 9 September 2015. Paket kebijakan deregulasi ekonomi ini diberi nama paket September 1.

Paket ini mencakup tiga poin penting. Pertama, mendorong daya saing industri nasional. Pemerintah akan fokus melakukan deregulasi, debirokratisasi, penegakan hukum, dan kepastian usaha.

Jokowi menyebutkan ada 89 peraturan yang dirombak dari 154 peraturan, sehingga bisa menghilangkan duplikasi dan memangkas peraturan yang tidak relevan dan menghambat daya saing.

Untuk mendorong daya saing industri nasional ini, pemerintah sudah menyiapkan 17 rancangan peraturan pemerintah yang akan memperbaiki prosedur perizinan dan peningkatan kualitas layanan.
Presiden juga menjelaskan untuk sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tingkat suku bunga KUR (Kredit Usaha Rakyat) dipotong sebesar 22-23% menjadi 12%.

Kedua, mempercepat proyek startegis nasional dengan menghilangkan beberapa hambatan, antara lain penyederhanaan izin, penyelesaian tata ruang, serta percepatan pengadaan barang dan jasa.

Pemerintah juga akan terus menggerakkan mesin pertumbuhan dengan mendorong percepatan belanja melalui peningkatan daya serap anggaran dan juga melakukan langkah-langkah penguatan neraca pembayaran.
Ketiga, meningkatkan investasi di sektor poroperti. Pemerintah, kata Jokowi, mendorong kebijakan khusus rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

"Saya meyakini, paket ekonomi tahap I ini akan memperkuat industri nasional, mengembangkan UMKM dan koperasi, dan akan memperlancar perdagangan antar daerah," ujarnya.

Jokowi juga berkomitmen untuk mengawal dan memimpin langsung paket kebijakan ekonomi ini, sehingga bisa menjadi terobosan dalam menggerakan perekonomian nasional

back to top