Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Agenda Tol Laut Jokowi

Agenda Tol Laut Jokowi

KoPi-Program Tol Laut yang diwacanakan pemerintahan Jokowi ternyata tidak hanya mengenai pembangunan beberapa pelabuhan. Program ini akan terintegrasi dengan beberapa pembangunan lainnya seperti perluasan jaringan rel kereta serta persiapan armada truk dan bus yang lebih berkompatibel. Hal itulah yang coba dijelaskan Jokowi dalam akun facebooknya Jumat (14/11).

Jokowi berharap, dengan adanya mobilitas yang tinggi dari sistem logistik berbasis laut ini, perekonomian masyarakat Indonesia yang sehat pun akan tumbuh.

“Kepadatan penduduk di Jawa akan dipecahkan bila wilayah-wilayah kantung ekonomi dibangun secara merata di luar Jawa terutama wilayah Indonesia timur. Pusat-pusat dagang dibangun, pertanian diperluas diversifikasinya, perikanan ditingkatkan penghasilannya dan pelabuhan-pelabuhan ramai lalu lintas kontainer berisi barang-barang bisa disebar secara merata sehingga pasar-pasar hidup, ekonomi berputar cepat” jelas Jokowi.

Bagi presiden ke-7 Indonesia ini, percepatan ekonomi bangsa Indonesia harus sesuai dengan irama percepatan ekonomi internasional, baik di kawasan ASEAN, Asia Pasifik dan bahkan Ekonomi Dunia. Dan agenda Tol Laut adalah jawaban pertama percepatan pertumbuhan tersebut.

Agenda Tol Laut merupakan program yang mempersiapkan pelabuhan baik secara sistem maupun infrastruktur, agar nantinya dapat melayani kapal berukuran besar. Kapal-kapal besar cukup membongkar-muat barang, setelah itu mereka bisa melanjutkan perjalanan tanpa harus berganti kapal berukuran kecil. Inilah yang menyebabkan program Tol Laut tidak hanya persoalan di pesisir tetapi juga mendalam hingga ke daratan.

Jokowi telah mengungkapkan hal ini dalam diplomasi dunia internasional. Ia merasa konflik-konflik antar negara di kawasan tertentu akan dapat selesai dengan sendirinya jika ada semangat saling pengertian dan saling menguntungkan antar negara-negara tersebut.

“Dan kita bisa hidup dengan bahasa Ko-Eksistensi, saling mengakui dan menghormati keberadaan masing-masing dalam pergaulan dunia internasional,” pungkasnya. |Anisah Haidaratul Hanifah|

back to top