Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Jokowi: "Butuh waktu 3 tahun untuk tangani kebakaran hutan"

Jokowi: "Butuh waktu 3 tahun untuk tangani kebakaran hutan"
KoPi| Bencana kabut asap di Riau telah menjadi perhatian internasional. Efek kebakaran lahan di Riau merambat hingga ke negara tetangga. Bukan hanya warga Riau yang menderita, penduduk Singapura dan Malaysia juga terkena getahnya. Hal ini semakin mencoreng nama Indonesia di mata internasional.
 

Di tengah sorotan dunia internasional, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa kabut asap bukan persoalan yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Menurutnya, butuh waktu setidaknya tiga tahun agar efek penanggulangan kabut asap mulai terlihat.

Dalam wawancara eksklusif dengan BBC pada Senin (29/9), Jokowi menyebutkan bahwa Indonesia telah menerjunkan 3.700 personel militer, 8.000 personel kepolisian, dan empat pesawat water bombing untuk memadamkan kebakaran lahan. Pemerintah juga membangun cadangan air dan kanal di kawasan hutan untuk mempermudah pengambilan air.

"Hasilnya akan terlihat segera dan dalam waktu tiga tahun kami (Indonesia) akan menyelesaikan masalah ini," ucap Jokowi pada BBC.

Kebakaran lahan paling banyak terjadi di Sumatera, Riau, dan Kalimantan. Penyebabnya tak lain pembukaan lahan dengan cara dibakar untuk perluasan perkebunan kelapa sawit. Malaysia dan Singapura sering mengirimkan protes dan menuntut Indonesia bertanggung jawab atas kebakaran lahan yang terjadi setiap tahun. Namun pemerintah Indonesia juga menuding bahwa perusahaan yang paling banyak membakar hutan adalah perusahaan asing asal Singapura dan Malaysia. Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan 10 perusahaan sebagai pelaku pembakaran hutan dan mem-black list mereka. Dari 10 perusahaan tersebut, 5 perusahaan diduga berperan dalam pembakaran hutan di Riau, 2 perusahaan di Jambi, dan 3 perusahaan di Kalimantan Tengah. |

back to top