Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Akhir Derita Korban Lapindo

Akhir Derita Korban Lapindo

Sidoarjo – KoPi, Delapan tahun sudah bencana Lumpur Lapindo melahap sebagian wilayah Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Ribuan warga pun dipaksa kehilangan tempat tinggal oleh semburan lumpur yang melanda lebih dari 500 Hektare tanah tanpa ada kejelasan ganti rugi, baik dari P.T. Lapindo Brantas, maupun dari Pemerintah, semuanya hanya pandai mengucap janji tanpa diiringi bukti yang pasti.

Pada peringatan delapan tahun bencana Lumpur Lapindo yang berlangsung hari ini, (29/05/2014), perjuangan para korban yang belum mendapatkan ganti rugi tinggal selangkah lagi. Satu langkah penting tersebut terjadi seiring dengan ditandatanganinya kontrak politik yang salah satunya berisi penyelesaian bencana Lapindo oleh Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) apabila nantinya menjadi orang nomor satu di negeri ini.

Menurut Jokowi, berlarutnya penyelesaian ganti rugi bencana Lumpur Lapindo disebabkan karena negara tidak dapat memposisikan dirinya sebagai perwakilan rakyat yang seharusnya mendahulukan kedaulatan rakyat. “Negara harusnya hadir, sebagai representasi dari kedaulatan rakyat. Kalau negara absen, artinya negara melupakan rakyat” ucap Jokowi dalam orasi singkatnya.

Jokowi yang tidak dapat berlama-lama dalam acara tersebut kemudian memohon pamit kepada para pendukungnya karena masih harus terbang ke Bali untuk menghadiri acara lainnya. “Perkenankan saya tanda tangan kontrak politik dulu, kemudian saya mohon pamit. Merdeka!!!” pungkasnya.***

 


Reporter : Aditya Candra Lesmana

back to top