Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Jogja pecahkan rekor MURI, 1955 wanita memakai kebaya

Jogja pecahkan rekor MURI, 1955 wanita memakai kebaya

Jogjakarta-KoPi| DPD Tiara Kusuma sukses memecahkan rekor MURI ‘wanita memakai kebaya sanggul tekuk di hotel Sahid Rich Jogjakarta siang tadi. Acara dibuka dengan pemukulan gong oleh Raden Ayu Angling Kusumo.

Sekitar 1967 wanita berantusias mengiuti event ini, dari usia remaja hingga usia senja 80 tahun.  Para peserta yang hadir mencakup se-DIY dari kota, Sleman, Kulonprogo, Wates, Gunung Kidul serta peserta dari luar kota seperti Magelang, Klaten dan Solo.

Menurut panitia acara Sinta Kusumaningrum (40) mengatakan acara bertujuan untuk memperingati hari kartini dan keistimewaan Jogja. Sekaligus untuk meguri-uri kebudayaan Jogjakarta. Kampanye ini sangat positif bagi masyarakat untuk mengenal budaya terutama oakaian tradisional dari Jogjakarta.

“Selama ini kita masih keliru, seringkali pakaiannya kebaya tapi sanggulnya ala Solo. Kalau Jogja sanggul tekuk, pakai lungsen dengan berbagai macamnya. Bunga dengan ciri khasnya lungseman, jebehan khusus hari Kartinian dengan seret diwiru”, paparnya.

Dalam event ini manager MURI, Paulus Pangka mendasarkan penilaian pada kelengkapan pakem kebaya Jogjakarta. Secara langsung MURI menilai detil pakaiannya.
“event ini dengan 1955 wanita memakai kebaya telah memcehkan rekor MURI bahkan memecahkan rekor dunia. Sebelumnya MURI memberi penghargaan dengan 1500 di BAli”.  |Lui, Winda Efanur FS |

back to top