Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Jogja pecahkan rekor MURI, 1955 wanita memakai kebaya

Jogja pecahkan rekor MURI, 1955 wanita memakai kebaya

Jogjakarta-KoPi| DPD Tiara Kusuma sukses memecahkan rekor MURI ‘wanita memakai kebaya sanggul tekuk di hotel Sahid Rich Jogjakarta siang tadi. Acara dibuka dengan pemukulan gong oleh Raden Ayu Angling Kusumo.

Sekitar 1967 wanita berantusias mengiuti event ini, dari usia remaja hingga usia senja 80 tahun.  Para peserta yang hadir mencakup se-DIY dari kota, Sleman, Kulonprogo, Wates, Gunung Kidul serta peserta dari luar kota seperti Magelang, Klaten dan Solo.

Menurut panitia acara Sinta Kusumaningrum (40) mengatakan acara bertujuan untuk memperingati hari kartini dan keistimewaan Jogja. Sekaligus untuk meguri-uri kebudayaan Jogjakarta. Kampanye ini sangat positif bagi masyarakat untuk mengenal budaya terutama oakaian tradisional dari Jogjakarta.

“Selama ini kita masih keliru, seringkali pakaiannya kebaya tapi sanggulnya ala Solo. Kalau Jogja sanggul tekuk, pakai lungsen dengan berbagai macamnya. Bunga dengan ciri khasnya lungseman, jebehan khusus hari Kartinian dengan seret diwiru”, paparnya.

Dalam event ini manager MURI, Paulus Pangka mendasarkan penilaian pada kelengkapan pakem kebaya Jogjakarta. Secara langsung MURI menilai detil pakaiannya.
“event ini dengan 1955 wanita memakai kebaya telah memcehkan rekor MURI bahkan memecahkan rekor dunia. Sebelumnya MURI memberi penghargaan dengan 1500 di BAli”.  |Lui, Winda Efanur FS |

back to top