Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Jogja Artweek tak hanya pamer hasil, juga proses kreatifnya

salah satu karya yang akan dipamerkan di JAW salah satu karya yang akan dipamerkan di JAW

Jogjakarta-KoPi| Slogan Juni seni melatarbelakangi rangkaian event seni sepanjang bulan juni. Turut serta meramaikan event seni, Jogja Artweeks (JAW) 2015. Event ini akan digelar pada tanggal 9-27 Juni 2015 di PKKH UGM. JAW juga menampilkan seni pertunjukan pada tanggal 11 Juni dan 14 Juni di LIP.

Pameran JAW sudah menggelar event yang keempat kalinya sejak tahun 2011 lalu. Spesial pada penyelenggaraan ke-4 ini, JAW mengusung konsep yang lebih gress. Masih dalam satu rangkaian JAW, JAW artwork Showcase akan menyuguhkan banyak keunikan di dalamnya. Secara umum JAW berbeda dengan pameran karya seni pada umumnya, Jogja Artweeks (JAW) 2015 mengusung konsep karya yang berbeda.

Karya-karya JAW merupakan hasil dari sebuah proses workshop dari semua kalangan masyarakat. JAW tidak mengkhususkan diri bagi seniman semata melainkan masyarakat umum. Karya berbentuk visual, musik, pertunjukan, dan eksperimen sosial.

“Sebelumnya ada sebanyak 235 an karya yang masuk, kami seleksi jadi 47, karena dua menggugurkan diri, hanya 45 karya yang kami tampilkan. Karya ini bebas diikuti siapa saja baik yang seniman maupun bukan, kalau yang seniman murni yang ikut tiga orang, ”, tutur anggota panitia JAW Bramantya.

Hal unik lainnya, peserta yang mengikuti workshop pada April-Mei lalu bebas bereksperimen dengan karya mereka. Selain itu proses kreatif pembuatan karya secara rapi terdokumentasikan dalam jogarjournal.net.

“ Biasanya kalau kita lihat pameran itu ke ruangan habis itu sudah dilihat ya sudah, di sini kita beda kita lihat pameran, terus ingintahu tadi karyanya tentang apa, aundience bisa lihat di jurnal kami (jogarjournal.net)”, tambah Bramantya. |Winda Efanur FS|

back to top