Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

JK: Ambon dan Muhammadiyah memberi arti dan pengalaman bagi hidup saya

JK: Ambon dan Muhammadiyah memberi arti dan pengalaman bagi hidup saya

AMBON – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ketika menutup Tanwir Muhammadiyah di Ambon mengatakan bahwa kehadirannya di Ambon dikarenakan Muhammadiyah dan Ambon telah memberikan arti hidup bagi JK.

Menyinggung tema Tanwir Muhammadiyah yaitu Kedaulatan dan Keadilan Sosial untuk Mewujudkan Indoensia Berkemajuan, JK mengatakan tema tersebut sangat penting dan mendesak untuk dibicarakan.

“Keadilan dan kedaulatan merupakan masalah seluruh dunia yang harus diperbaiki dan dilaksanakan, ada kesenjangan yang luar biasa antara negara maju dan negara tidak maju. Bukan hanya negara miskin, negara maju juga mempermasalahkan ini,” kata JK, Ahad (26/2) di Islamic Center Ambon.

Maka itu, lanjut JK faktor keadilan harus diperhatikan untuk kemajuan bangsa secara keseluruhan.

“Keadilan menjadi penting dan tercantum di sila ke-5 dan sulit. Sehingga sangat tepat Muhammadiyah mengangkat tema ini dalam tanwir,” terang JK.

Indonesia selama merdeka telah terjadi 15 kali konflik besar, 10 konflik diantaranya disebabkan oleh ketidakadilan, politik, ekonomi dan lain-lain. “Ketidakadilan juga disebabkan karena kesenjangan. Banyak hal yang telah dilakukan, memberikan kesehatan, klinik murah, dll. Tapi itu tidak cukup untuk menutupi ketidakadilan. Harus ada langkah bersama untuk melakukan penegakan keadilan,” imbuh JK.

Langkah langkah bersama yang diharapkan yaitu dapat membentuk keadilan. “Kita sudah tentu berdaulat, tapi ada sisi-sisi yang belum berdaulat. Langkah bersama ini akan dapat memajukan satu bangsa,” jelas JK.

Kemajuan bangsa ditentukan oleh satu faktor, yakni semangat untuk maju. Semangat untuk bersama-sama maju dapat dilengkapi dengan pendidikan yang baik, kejujuran yang baik dan dapat diwujudkan dalam dakwah yang baik.

“Maka dalam tanwir ini banyak upaya untuk memajukan bangsa. Kita semua harus bersatu untuk memperbaiki ini, termasuk kesenjangan,” ungkap JK.

Kesenjangan di Indonesia, lanjut JK, adalah suatu hal yang berbahaya. Kita harus berpikir jernih untuk bangsa ini, untuk mewujudkan keadilan dan negara yang berkemajuan. Selain kerja keras, yang dibutuhkan untuk memajukan bangsa ini adalah semangat bekerja yang semangat, penuh motivasi.

“Kita semua harus bekerja keras untk mendorong inovasi dan melibatkan ilmu dalam kerja. Keadilan dapat diciptakan dengan dukungan pemerintah,kita perlu afirmasi. Tanwir sebagai pedoman untuk mewujdukan keadilan. Muhammadiyah harus senantiasa membina masyarakat dan semangat untuk umat agar bisa maju bersama-sama,” tutup JK.

back to top