Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Jimly Ashiddiqie gagal masuk nominasi ketua KPK

Jimly Ashiddiqie gagal masuk nominasi ketua KPK

Jakarta-KoPi| Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Ashiddiqie dan mantan Danpuspom Hendardji Sopandjie tidak masuk dalam jajaran nama yang diserahkan kepada presiden.

Presiden Joko Widodo mengumumkan delapan nama calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah menerima dari Pansus KPK tadi pagi (1/9).

"Yang ini sudah diseleksi berdasarkan integritas, berdasarkan kompetensi, berdasarkan leadership, berdasarkan independensi dan pengalaman yang terkait pemberantasan korupsi," kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka.

Delapan nama itu terbagi menjadi empat komponen, masing-masing dengan kombinasi dua nama.
Kedelapan nama dibagi  empat kategori yaitu kategori pencegahan, penindakan, manajemen, supervisi, serta koordinasi. Mereka adalah, untuk pencegahan Saut Situmorang (Staf Ahli Kepala Badan Intelijen Negara) dan Surya Tjandra (Pengacara Publik dan Dosen Universitas Katolik Atma Jaya).

Untuk penindakan, Alexander Marwata (hakim ad Hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi/Tipikor Jakarta) dan Basaria Panjaitan (Polri). Untuk manajemen, Agus Rahardjo (mantan kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah/LKPP), dan Sudjanarko.

Kemudian untuk kategori supervisi koordinasi dan monitoring adalah Johan Budi Sapto Pribowo dan La Ode Muhammad Syarif (Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar dan Senior Adviser Partnership for Governance Reform in Indonesia).

Kedelapan nama ini akan diserahkan presiden besok ke parlemen."Itu delapan nama yang bisa saya sampaikan. Segera dari delapan nama ini besok saya siapkan suratnya untuk segera saya sampaikan ke DPR," kata dia lagi.

Tidak lolosnya Jimly Ashiddiqie memunculkan spekulasi bahwa pansel telah disetir kepentingan tertentu.

back to top