Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Jika LGBT berpolitik

Jika LGBT berpolitik

Lesbian Gay Bisex and Transgender (LGBT) menyeruak ruang publik dengan isu hak asasi manusia (HAM). Ruang publik riuh antara kelompok pro dan kontra. Kelompok LGBT secara radikal menyeru adanya undang-undang pengesyahan pernikahan LGBT. Tentu seruan ini mendapatkan tentangan kuat dari masyarakat luas Indonesia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla tegas menyatakan bahwa pemerintah tidak akan membuat undang-undang terkait LGBT. Tentu saja alasan penolakan tersebut berdasar pada fungsi keluarga salah satunya adalah fungsi reproduksi atau menciptakan keturunan. Sedangkan LGBT tidak akan pernah mampu melakukan fungsi reproduksi tersebut.

Dana asing mengalir ke kelompok-kelompok LGBT sebut saja komunitas Gaya Nusantara yang memperoleh aliran dana asing untuk kampanye dan advokasi pengakuan LGBT di Indonesia. Milyaran rupiah mengalir untuk kegiatan kampanye dan advokasi ini. Pada fakta ini, LGBT melakukan gerakan politik global. Tidak hanya bergerak di Indonesia namun seluruh negara dunia.

Apakah LGBT tidak boleh ada dalam kehidupan manusia? Secara sosiologis, LGBT adalah realitas yang hadir dan tidak bisa tertolak. Hal ini sesungguhnya sudah dipahami oleh masyarakat Indonesia. Para LGBT bisa hadir di televisi dan berbagai acara publik. Tidak ada penolakan. Akan tetapi ketika LGBT mulai melakukan gerakan politik, secara alami norma sosial umum akan meresponnya.

Gerakan politik tidak hanya merupakan wujud keinginan pengakuan namun mempengaruhi struktur sosial dan budaya. Hal inilah yang tampaknya ditolak oleh masyarakat Indonesia. Kalangan LGBT perlu lebih arif dan peka pada konteks keindonesiaan.

back to top