Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Jika Freeport diambil alih tahun 2021 tak ada konsekuensi hukum dan finasial

Jika Freeport diambil alih tahun 2021 tak ada konsekuensi hukum dan finasial

Sleman-KoPi| Pengambil-alihan Freeport di tahun 2021 tidak akan ada konsekuensi hukum dan finansial yang ditanggung Indonesia. Jika kalah, sebaliknya Indonesia akan menikmati SDA yang telah lama dijarah Freeport.

"Tidak ada konsekuensi, jika Freeport diambil alih di tahun 2021, baik konsekuensi hukum atau finansial. Kita mampu secara finansial, Kita masih punya cadangan SDA yang banyak," ujar Fahmy Radhi, Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, pada saat seminar bulanan PSEK UGM, Kamis (26/1).

Fahmy Radhi juga menjelaskan bahwa resiko mungkin malah akan terjadi ketika Freeport diambil alih saat ini. Menurutnya, Donald Trump mungkin akan menjadi pengambil alih Freeport untuk menyerang Indonesia.

"Kalau tahun 2021 tidak ada konsekuensi hukum maupun finansial. Kalau masalah mampu tidaknya kita sangat mampu. Kalau kurang SDM terpaksa kita pakai expertnya Freeport, yg penting tuannya adalah Negara yang mengatur BUMN, bukan tergantung pada Freeport," papar Fahmy Rahdi.

Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia dapat menjadi jaminan Indonesia untuk mencari pinjaman dana dalam mengelola tambang yang diambil alih Freeport.

"Tidak ada kata tidak mampu bagi Indonesia untuk mengelola tambang Freeport, kalau kata Jero Wacik kita tidak mampu, kurang SDM, teknologi maupun uang bukan jadi alasan yang pas untuk saat ini," ujar Fahmy Radhi.
Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah merebut kedaulatan akan tambang Freeport. "Kalau tidak punya teknologi ya dibeli, kalau tidak punya uang ya dicari dengan jaminan tadi", tambahnya.

back to top