Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Jelang Imlek, pembeli buru motif baru Cheongsam

Jelang Imlek, pembeli buru motif baru Cheongsam

Jogjakarta-KoPi| Sekitar dua minggu lagi masyarakat Tionghoa akan merayakan tahun baru Imlek yang jatuh pada 8 Februari nanti. Menyambut perayaan imlek beberapa toko Cheongsam atau pakaian tradisional china, mulai dipadati pembeli.

Salah satunya, toko baju Cheongsam di Jalan Jogonegaran no 7. Toko yang diklaim toko Cheongsam terlengkap di Jogja ini mulai kebanjiran pembeli.

Menurut pemilik toko, Sulastri rata-rata pembeli pada hari biasa berkisar delapan orang. Kini saat momen Imlek berbalik 180 derajat. "Pembelinya sekarang tak terhitung," jelasnya saat ditemui wartawan KoranOpini.com pada 29 Desember 2016.
Pembeli Cheongsam kebanyakan dari perusahaan, hotel dan kafe-kafe di Jogja. Dengan melonjaknya pembeli, imlek membawa berkah tersendiri. Sulastri mengaku kini pendapatannya naik 50%. Bahkan seminggu dengan hari-H bisa mencapai 100%.

Motif Cheongsam
Berbeda dengan tahun lalu dengan motif polos. Di tahun 2016 ini, Sulastri memunculkan varian motif Cheongsam baru, motif bunga motif huruf mandarin China dan lambang dan simbol China. Antusiasnya positif dari pembeli.

Bagi Sulastri tidak motif marketing tertentu dengan varian motif baru. Dirinya hanya mengikuti pasaran motif yang sedang terkenal saat ini. Pasalnya dirinya mengambil kulakan di Jakarta yang saat ini memasarkan motif-motif baru tersebut.

"Tapi ini impor dari Singapura, yang bikin baju China kan sana, tapi kita kembangin juga. Ini mengambil dari Jakarta,” tambah Sulastri. |Winda Efanur FS|

back to top