Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Jelang 2018 Pakde Karwo siapkan langkah ekonomi Jatim

Jelang 2018 Pakde Karwo siapkan langkah ekonomi Jatim
Surabaya-KoPi|Jelang tahun 2018, Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo memaparan langkah-langkah prioritas Pemprov Jatim dalam mengungkit perekonomian Jatim.
 
Diantaranya  pembangunan di bidang infrastruktur, pertanian, sumber daya manusia, penanggulangan kemiskinan, dan melakukan efisiensi pembiayaan.
 
Hal tersebut disampaikan Pakde Karwo saat Rapat Kerja Gubernur dengan Kepala Organisasi Perangkat Daerah tentang Pembahasan Prioritas dan Fokus RAPBD 2018 dalam mendukung IKU 2018 di Ruang Pertemuan  Lantai 8 Kantor Gubernur Jatim, Jl. Pahlawan 110, Surabaya, Senin (9/10).
 
Dijelaskan, pertumbuhan ekonomi Jatim selalu diatas rata-rata nasional. Pada Semester I tahun 2017  pertumbuhan ekonomi Jatim sebesar 5,21 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,01. 
“Meskipun demikian, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan agar perekonomian Jatim terus meningkat,” ungkapnya.
Di bidang infrastruktur, Pemprov Jatim ingin mewujudkan semua wilayah terhubung oleh transportasi diantaranya pembangunan jalan tol dan jalan provinsi, pembangunan jalur ganda kereta api (double track), pengembangan dan pembangunan bandara dan pengembangan pelabuhan. 
“Apabila semua jalur transportasi terhubung, maka perekonomian Jatim akan meningkat dengan cepat. Secara tidak langsung tingkat kesejahteraan masyarakatnya ikut terungkit,” jelasnya.
Di bidang pertanian, Pemprov Jatim mengoptimalisasikan nilai tambah untuk budidaya pertanian diantaranya di sektor pertanian tanaman pangan dengan intensivikasi dan mekanisasi pertanian dari hulu ke hilir dan peningkatan indek pertanaman (IP) dari 1,86 menjadi 2,49 pada tahun 2018.  
Selanjutnya, di sektor perkebunan mengolah menjadi penepungan kakao sehingga memberikan nilai tambah 1.523 persen, pengolahan kopi arabikan menjadi penepungan kopi yang memberikan nilai tambah 183 persen.
 
Kemudian di sektor perikanan dengan budidaya udang Vanamei yang memberikan nilai tambah 656,03 persen dan budidaya ikan lele yang memberikan nilai tambah 93,57 persen.
Selanjutnya, Pemprov Jatim juga berupaya meningkatkan sumber daya manusia melalui dua cara yakni di sektor formal yaitu SMK menjadi filial fakultas di universitas. Di sektor non formal melalui SMK mini dan Balai latihan kerja.
Pakde Karwo juga tetap konsen terhadap penanggulangan kemiskinan dengan memasukkan kemiskinan menjadi program prioritas pada tahun 2018. Adapun  beberapa hal yang akan dilakukan yaitu meningkatkan pendapatan masyarakat miskin diantaranya melalui penanggulangan feminisasi kemiskinan. 
Kemudian mengurangi pengeluaran masyarakat miskin diantaranya melalui bantuan pangan beras dari Dinsos dan  melakukan sinergitas program penagggulangan kemiskinan antara pusat dan daerah. 
“Semua program penanggulangan kemiskinan dibiayai oleh anggaran APBD Prov. Jatim, dan share APBN,” ujarnya. (humaspemprovJatim/.tra)
 
 
 
back to top