Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Jebakan maut mata-mata asing mengobrak-abrik sistem ekonomi Indonesia

Jebakan maut mata-mata asing mengobrak-abrik sistem ekonomi Indonesia
Surabaya – KoPi | Capital market crime dapat terjadi di mana saja. Bahkan Amerika Serikat yang memiliki sistem ekonomi dan teknologi informasi yang maju juga tidak luput dari kejahatan semacam ini. Capital market crime tidak saja mengincar trilyunan uang dalam pasar modal, namun juga dapat menghancurkan sebuah bangsa.
 

Hal itu menjadi kesimpulan dalam diskusi film Economics on Box Office yang diadakan di Surabaya (17/6). Salah satu film yang dibahas, Shadow Recruit, mengisahkan tentang seorang agen CIA yang ditugaskan untuk menyamar sebagai analis saham. Di sana ia menemukan data trading saham mencurigakan asal Rusia. Belakangan diketahui trading tersebut merupakan upaya terorisme ekonomi untuk menghancurkan perekonomian Amerika.

Meskipun hanya fiksi, kisah dalam film tersebut bukan tidak mungkin terjadi. Komisaris Bank Jawa Timur Soebagyo yang menjadi salah satu pemateri dalam diskusi tersebut mengatakan, spionase ekonomi pernah terjadi di Indonesia.

“Film Shadow Recuit itu mirip kisah John Perkins, agen CIA yang menyamar jadi ekonom Amerika yang menyusup ke Indonesia untuk mengobrak-abrik sistem ekonomi Indonesia. Mudah saja caranya. Jika ingin hancurkan sebuah negara, tinggal lemahkan mata uang negara itu,” ungkap Soebagyo.

Hal itu mudah terjadi lantaran saat ini pemerintah memperbolehkan ownership perusahaan perbankan dimiliki oleh orang asing. Indonesia tidak bisa lagi menghentikan kedatangan mereka karena menganut sistem ekonomi open market.

“Kita dipuji-puji asing karena menerapkan sistem ekonomi open market, tapi sebenarnya kita masuk ke jebakan mereka. Untung saja kita masih belum sampai masuk ke death trap seperti yang terjadi di Argentina,” ujar Soebagyo.

 

Soebagyo mengatakan, saat ini kebijakan repatriasi yang disahkan pemerintah sangat merugikan Indonesia. Dengan repatriasi, pemodal asing bisa membawa laba hasil investasi mereka ke negara asal tanpa dikenai pajak. Sampai sekarang, entah berapa banyak kekayaan Indonesia yang dibawa ke luar negeri tanpa menyisakan sedikit pun untuk Indonesia. Apalagi, pemerintah telah memperluas sektor-sektor yang boleh dilakukan repatriasi.

back to top