Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Jawa Timur tolak ijinkan sapi impor masuk

Jawa Timur tolak ijinkan sapi impor masuk
Surabaya - KoPi| Hingga minggu ketiga Agustus 2015, harga daging sapi kualitas bagus di Surabaya masih normal dan tidak terimbas gejolak. Di Pasar Wonokromo, Surabaya, misalnya, daging sapi berada di kisaran harga Rp 96.000. Sedangkan di Pasar Keputran, harga daging sapi berada di kisaran Rp 98.000.
 

Menurut Kepala Pasar Wonokromo, Indrayana, harga beberapa kebutuhan pokok di Surabaya masih stabil, kecuali daging ayam dan daging sapi yang masih fluktuatif. Khusus untuk daging sapi, Surabaya didukung oleh peternak lokal Jawa Timur, sehingga mampu meredam gejolak harga daging sapi.

Indrayana mengatakan, stabilnya harga kebutuhan barang pokok tersebut disebabkan karena stok yang masih cukup banyak. Hal itu juga didukung lancarnya rantai distribusi di berbagai daerah.

Sementara itu, Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur menilai Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak perlu melakukan impor daging sapi. DPRD Jatim menyebut bahwa Jawa Timur merupakan salah satu penghasil ternak sapi di Indonesia sehingga dapat menutupi kebutuhan masyarakat. Karena itulah harga daging sapi di Jawa Timur sangat kontras dengan harga daging sapi nasional. 

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Pranaya Yudha Mahardhika mengatakan, Komisi B DPRD Jatim akan tetap berjuang melindungi peternak lokal dengan cara menolak masuknya sapi impor ke Jawa Timur. Pranaya berharap Gubernur Jawa Timur Soekarwo memperketat pintu masuk sapi impor agar tidak masuk Jawa Timur. Ia khawatir membanjirnya daging sapi impor dapat memberi dampak pada harga daging sapi lokal.

"Kami akan mendatangi pemerintah pusat untuk menyampaikan penolakan Jawa Timur terhadap sapi impor dan menolak pelabuhan Jawa Timur dijadikan pintu masuk sapi impor ke Indonesia," tegasnya.

back to top