Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Jawa Timur tolak ijinkan sapi impor masuk

Jawa Timur tolak ijinkan sapi impor masuk
Surabaya - KoPi| Hingga minggu ketiga Agustus 2015, harga daging sapi kualitas bagus di Surabaya masih normal dan tidak terimbas gejolak. Di Pasar Wonokromo, Surabaya, misalnya, daging sapi berada di kisaran harga Rp 96.000. Sedangkan di Pasar Keputran, harga daging sapi berada di kisaran Rp 98.000.
 

Menurut Kepala Pasar Wonokromo, Indrayana, harga beberapa kebutuhan pokok di Surabaya masih stabil, kecuali daging ayam dan daging sapi yang masih fluktuatif. Khusus untuk daging sapi, Surabaya didukung oleh peternak lokal Jawa Timur, sehingga mampu meredam gejolak harga daging sapi.

Indrayana mengatakan, stabilnya harga kebutuhan barang pokok tersebut disebabkan karena stok yang masih cukup banyak. Hal itu juga didukung lancarnya rantai distribusi di berbagai daerah.

Sementara itu, Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur menilai Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak perlu melakukan impor daging sapi. DPRD Jatim menyebut bahwa Jawa Timur merupakan salah satu penghasil ternak sapi di Indonesia sehingga dapat menutupi kebutuhan masyarakat. Karena itulah harga daging sapi di Jawa Timur sangat kontras dengan harga daging sapi nasional. 

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Pranaya Yudha Mahardhika mengatakan, Komisi B DPRD Jatim akan tetap berjuang melindungi peternak lokal dengan cara menolak masuknya sapi impor ke Jawa Timur. Pranaya berharap Gubernur Jawa Timur Soekarwo memperketat pintu masuk sapi impor agar tidak masuk Jawa Timur. Ia khawatir membanjirnya daging sapi impor dapat memberi dampak pada harga daging sapi lokal.

"Kami akan mendatangi pemerintah pusat untuk menyampaikan penolakan Jawa Timur terhadap sapi impor dan menolak pelabuhan Jawa Timur dijadikan pintu masuk sapi impor ke Indonesia," tegasnya.

back to top