Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Jawa Timur tolak ijinkan sapi impor masuk

Jawa Timur tolak ijinkan sapi impor masuk
Surabaya - KoPi| Hingga minggu ketiga Agustus 2015, harga daging sapi kualitas bagus di Surabaya masih normal dan tidak terimbas gejolak. Di Pasar Wonokromo, Surabaya, misalnya, daging sapi berada di kisaran harga Rp 96.000. Sedangkan di Pasar Keputran, harga daging sapi berada di kisaran Rp 98.000.
 

Menurut Kepala Pasar Wonokromo, Indrayana, harga beberapa kebutuhan pokok di Surabaya masih stabil, kecuali daging ayam dan daging sapi yang masih fluktuatif. Khusus untuk daging sapi, Surabaya didukung oleh peternak lokal Jawa Timur, sehingga mampu meredam gejolak harga daging sapi.

Indrayana mengatakan, stabilnya harga kebutuhan barang pokok tersebut disebabkan karena stok yang masih cukup banyak. Hal itu juga didukung lancarnya rantai distribusi di berbagai daerah.

Sementara itu, Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur menilai Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak perlu melakukan impor daging sapi. DPRD Jatim menyebut bahwa Jawa Timur merupakan salah satu penghasil ternak sapi di Indonesia sehingga dapat menutupi kebutuhan masyarakat. Karena itulah harga daging sapi di Jawa Timur sangat kontras dengan harga daging sapi nasional. 

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Pranaya Yudha Mahardhika mengatakan, Komisi B DPRD Jatim akan tetap berjuang melindungi peternak lokal dengan cara menolak masuknya sapi impor ke Jawa Timur. Pranaya berharap Gubernur Jawa Timur Soekarwo memperketat pintu masuk sapi impor agar tidak masuk Jawa Timur. Ia khawatir membanjirnya daging sapi impor dapat memberi dampak pada harga daging sapi lokal.

"Kami akan mendatangi pemerintah pusat untuk menyampaikan penolakan Jawa Timur terhadap sapi impor dan menolak pelabuhan Jawa Timur dijadikan pintu masuk sapi impor ke Indonesia," tegasnya.

back to top