Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Jawa Timur tolak ijinkan sapi impor masuk

Jawa Timur tolak ijinkan sapi impor masuk
Surabaya - KoPi| Hingga minggu ketiga Agustus 2015, harga daging sapi kualitas bagus di Surabaya masih normal dan tidak terimbas gejolak. Di Pasar Wonokromo, Surabaya, misalnya, daging sapi berada di kisaran harga Rp 96.000. Sedangkan di Pasar Keputran, harga daging sapi berada di kisaran Rp 98.000.
 

Menurut Kepala Pasar Wonokromo, Indrayana, harga beberapa kebutuhan pokok di Surabaya masih stabil, kecuali daging ayam dan daging sapi yang masih fluktuatif. Khusus untuk daging sapi, Surabaya didukung oleh peternak lokal Jawa Timur, sehingga mampu meredam gejolak harga daging sapi.

Indrayana mengatakan, stabilnya harga kebutuhan barang pokok tersebut disebabkan karena stok yang masih cukup banyak. Hal itu juga didukung lancarnya rantai distribusi di berbagai daerah.

Sementara itu, Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur menilai Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak perlu melakukan impor daging sapi. DPRD Jatim menyebut bahwa Jawa Timur merupakan salah satu penghasil ternak sapi di Indonesia sehingga dapat menutupi kebutuhan masyarakat. Karena itulah harga daging sapi di Jawa Timur sangat kontras dengan harga daging sapi nasional. 

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Pranaya Yudha Mahardhika mengatakan, Komisi B DPRD Jatim akan tetap berjuang melindungi peternak lokal dengan cara menolak masuknya sapi impor ke Jawa Timur. Pranaya berharap Gubernur Jawa Timur Soekarwo memperketat pintu masuk sapi impor agar tidak masuk Jawa Timur. Ia khawatir membanjirnya daging sapi impor dapat memberi dampak pada harga daging sapi lokal.

"Kami akan mendatangi pemerintah pusat untuk menyampaikan penolakan Jawa Timur terhadap sapi impor dan menolak pelabuhan Jawa Timur dijadikan pintu masuk sapi impor ke Indonesia," tegasnya.

back to top