Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Jawa Timur telah membuat dunia melirik gara-gara...

Jawa Timur telah membuat dunia melirik gara-gara...

Surabaya-KoPi | Dunia internasional melirik Jawa Timur setelah wilayah provinsi ini menampilkan pertumbuhan ekonomi progresif. Bukan sekedar pertumbuhan ekonomi, akan tetapi pertumbuhan ekonomi berbasis pada UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), yaitu perekonomian sektor riil masyarakat yang bersentuhan langsung dengan penguatan kesejahteraan sosial ekonomi.

Ibu Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf memaparkan perkembangan ekonomi non migas ketika memberikan sambutan pada acara Pembukaan Pameran Tenun, Craft dan Batik Nusantara 2016 di Surabaya. Laporan perkembangan ekonomi non migas yang ditopang oleh sektor riil, termasuk industri kerajinan dan kreatif, mencapai surplus total 111,56 Trilyun Rupiah pada tahun 2015.

Capaian itu menurut Fatma yang juga Ketua Umum BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Provinsi Jawa Timur adalah pembuktian kekuatan UMKM Jawa Timur. 

"Setelah proses perjuangan bersama antara pemerintah, rakyat dan swasta, Provinsi Jawa Timur telah mampu melahirkan 5.6 juta UMKM yang berkontribusi terhadap 54.98 persen PDRB dan menyerap 11.12 juta pekerja". 

Fatma menjelaskan bahwa sektor riil dari UMKM masih bisa bertumbuh kuat dan makin percaya diri menghadapi persaingan pasar bebas. Akan tetapi beberapa kendala seperti sumberdaya manusia, akses permodalan, peningkatan kualitas produk dan pengelolaan pemasaran harus bisa ditanggulangi. 

"Kita akan terus bekerja keras meningkatkan kapasitas SDM dan pengorganisasian bisnis UMKM. Agar sektor riil makin kuat di provinsi ini (Jawa Timur, red.)".

Novri Susan sosiolog dari Universitas Airlangga memberikan apresiasi terhadap capaian sosial ekonomi Provinsi Jawa Timur.

"UMKM adalah nadi kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Provinsi Jawa Timur telah serius mengelola dan meningkatkan kapasitas UMKM. Tentu capaian ini jangan sampai di sini, masih banyak yang harus dikerjakan baik oleh pemerintah dan UMKM untuk makin berdaya dalam pembangunan sosial ekonomi". | A. Ginanjar |

back to top