Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Jawa Timur akan tindak tegas aksi sweeping

Jawa Timur akan tindak tegas aksi sweeping
Surabaya – KoPi | Dengan semakin dekatnya Ramadhan semakin banyak masyarakat yang menyambut datangnya bulan suci tersebut dengan menjalankan ibadah atau memperkuat keimanan. Namun sayangnya beberapa pihak menggunakan alasan tersebut sebagai legitimasi aksi kekerasan. Beberapa pihak ditengarai berencana melakukan sweeping terhadap tempat-tempat karaoke dan hiburang malam.
 

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan tidak akan mentolerir aksi-aksi sweeping yang dilakukan oleh beberapa organisasi masyarakat di Jawa Timur. Ia mengatakan akan mendukung segala tindakan yang diambil aparat Kepolisian.

“Jangan membuat aksi sweeping. Saya sudah sepakat dengan Kapolda, jangan menimbulkan keresahan atas nama agama. Boleh beribadah, tapi jangan menimbulkan keresahan,” tukas Karwo. Ia menyatakan kalau ada permasalahan terkait ibadah puasa ini lebih baik dikoordinasikan dengan pemerintah.

Beberapa ormas sudah menyatakan akan melakukan aksi sweeping menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Tidak hanya mengincar tempat hiburan malam, mereka juga berniat mengincar warung dan rumah makan yang tetap buka di siang hari.

 

Kementerian Agama juga menghimbau agar organisasi masyarakat tidak melakukan sweeping, baik padatempat hiburan malam maupun warung dan rumah makan. Menag mengatakan tindakan yang tidak simpatik tersebut justru akan berakibat pada citra buruk Islam di masyarakat.

back to top