Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Jawa Timur akan tindak tegas aksi sweeping

Jawa Timur akan tindak tegas aksi sweeping
Surabaya – KoPi | Dengan semakin dekatnya Ramadhan semakin banyak masyarakat yang menyambut datangnya bulan suci tersebut dengan menjalankan ibadah atau memperkuat keimanan. Namun sayangnya beberapa pihak menggunakan alasan tersebut sebagai legitimasi aksi kekerasan. Beberapa pihak ditengarai berencana melakukan sweeping terhadap tempat-tempat karaoke dan hiburang malam.
 

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan tidak akan mentolerir aksi-aksi sweeping yang dilakukan oleh beberapa organisasi masyarakat di Jawa Timur. Ia mengatakan akan mendukung segala tindakan yang diambil aparat Kepolisian.

“Jangan membuat aksi sweeping. Saya sudah sepakat dengan Kapolda, jangan menimbulkan keresahan atas nama agama. Boleh beribadah, tapi jangan menimbulkan keresahan,” tukas Karwo. Ia menyatakan kalau ada permasalahan terkait ibadah puasa ini lebih baik dikoordinasikan dengan pemerintah.

Beberapa ormas sudah menyatakan akan melakukan aksi sweeping menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Tidak hanya mengincar tempat hiburan malam, mereka juga berniat mengincar warung dan rumah makan yang tetap buka di siang hari.

 

Kementerian Agama juga menghimbau agar organisasi masyarakat tidak melakukan sweeping, baik padatempat hiburan malam maupun warung dan rumah makan. Menag mengatakan tindakan yang tidak simpatik tersebut justru akan berakibat pada citra buruk Islam di masyarakat.

back to top