Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Januari 2015 WHO siap uji vaksin Ebola

Januari 2015 WHO siap uji vaksin Ebola
Afrika Barat-KoPi- Organisasi Kesehatan Dunia menekan pencarian vaksin Ebola dan berharap untuk mulai menguji dua versi eksperimental pada awal Januari. Vaksin dipersiapkan untuk 20.000 petugas kesehatan di negara epicentrum ebola dan negara lainnya di zona Afrika Barat. 

Sebuah vaksin tidak akan cukup untuk menghentikan wabah, tetapi bisa memberikan perlindungan penting bagi tenaga medis untuk tetap bisa membantu korban ebola. Lebih dari 200 petugas medis telah meninggal karena virus mematikan ini.

WHO membantu percobaan koordinasi dari dua vaksin eksperimental yang paling menjanjikan. Pengujian di Afrika Barat akan maju jika vaksin terbukti aman dan memicu respon kekebalan tubuh. Uji klinis akan berlangsung di Afrika, Eropa, dan Amerika Serikat. 

Juru bicara WHO, Fadela Chaib mengatakan mengharapkan 20.000 vaksinasi siap pada bulan Januari, karena wabah ini telah merenggut lebih dari 4.500 jiwa yan sebagian besar berada di Liberia, Guinea, dan Sierra Leone. Para ahli mengatakan, dunia bisa melihat 10.000 kasus baru hanya dalam seminggu jika pihak berwenang tidak mengambil langkah-langkah yang lebih kuat.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

 

 

 

back to top