Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Janji ketahanan pangan ekonomi Jokowi dan obesitas

Janji ketahanan pangan ekonomi Jokowi dan obesitas
KoPi| Obesitas sudah menjadi masalah pandemik di berbagai negara maju. Bahkan, obesitas mulai menular ke negara-negara berkembang yang perekonomiannya mulai membaik. Amerika, sebagai negara dengan perekonomian terkuat di dunia, memiliki angka penderita obesitas yang semakin banyak.
 

Menurut penelitian dari Trust for America's Health dan Robert Wood Johnson Foundation, angka obesitas terus naik di beberapa negara bagian di Amerika seperti Kansas, Minnesota, New Mexico, Ohio, dan Utah. Yang paling terdampak dari kenaikan angka obesitas tersebut adalah anak-anak. Dari data tersebut, 5 persen anak-anak di Amerika mengalami obesitas pada usia di 11 tahun. Sedangkan angka obesitas pada orang dewasa usia 20 hingga 39 tahun mencapai 30 persen.

Apakah masalah pola makan saja yang menjadi penyebab utama obesitas? Laporan tersebut menyebutkan, bukan hanya makanan saja yang menjadi penyebab, tetapi juga aktivitas fisik dan ketahanan pangan.

Mengapa ketahanan pangan juga berkontribusi pada obesitas? Ketahanan pangan bukan sekedar permasalahan ketersediaan bahan makanan untuk rakyat saja, tetapi juga ketersediaan bahan makanan yang sehat. Mereka yang tidak memiliki akses terhadap makanan yang cukup bisa disebut tidak memiliki ketahanan pangan. Namun, mereka yang bisa mendapatkan cukup bahan makanan tetapi tidak mengkonsumsi makanan sehat juga bisa disebut tidak memiliki ketahanan pangan.

Indonesia di satu sisi, masih berjuang mengatasi masalah ketahanan pangan. Banyak bahan pangan yang ada di Indonesia masih bergantung pada impor dari negara lain. Kemajuan ekonomi tidak membuat masyarakat memilih makanan yang sehat. Sebaliknya, berbagai makanan tidak sehat dan gerai makanan cepat saji semakin menjamur di Indonesia. Peningkatan ekonomi bukannya membawa Indonesia ke gaya hidup yang lebih sehat. Akibatnya, masalah obesitas juga mulai ditemukan di Indonesia.

Salah satu janji Presiden Joko Widodo selama masa kampanye adalah memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Banyak yang mengira ketahanan pangan bisa diraih jika perekonomian membaik dan negara bisa memproduksi cukup bahan pangan sendiri. Namun, yang harus diingat adalah produk pangan yang dihasilkan juga mampu mempromosikan hidup sehat. Jangan sampai bahan pangan yang dihasilkan sekedar mencukupi kebutuhan perut, tapi juga harus memenuhi syarat hidup sehat.

Jika Jokowi tak segera memecahkan masalah ketahanan pangan Indonesia, jangan terkejut jika di kota-kota besar akan banyak ditemui perut-perut gendut di mall-mall, sementara di daerah-daerah pinggiran bocah-bocah kurus kering menyantap nasi hanya tanpa lauk. Sungguh ironi.

 

back to top