Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Janji ketahanan pangan ekonomi Jokowi dan obesitas

Janji ketahanan pangan ekonomi Jokowi dan obesitas
KoPi| Obesitas sudah menjadi masalah pandemik di berbagai negara maju. Bahkan, obesitas mulai menular ke negara-negara berkembang yang perekonomiannya mulai membaik. Amerika, sebagai negara dengan perekonomian terkuat di dunia, memiliki angka penderita obesitas yang semakin banyak.
 

Menurut penelitian dari Trust for America's Health dan Robert Wood Johnson Foundation, angka obesitas terus naik di beberapa negara bagian di Amerika seperti Kansas, Minnesota, New Mexico, Ohio, dan Utah. Yang paling terdampak dari kenaikan angka obesitas tersebut adalah anak-anak. Dari data tersebut, 5 persen anak-anak di Amerika mengalami obesitas pada usia di 11 tahun. Sedangkan angka obesitas pada orang dewasa usia 20 hingga 39 tahun mencapai 30 persen.

Apakah masalah pola makan saja yang menjadi penyebab utama obesitas? Laporan tersebut menyebutkan, bukan hanya makanan saja yang menjadi penyebab, tetapi juga aktivitas fisik dan ketahanan pangan.

Mengapa ketahanan pangan juga berkontribusi pada obesitas? Ketahanan pangan bukan sekedar permasalahan ketersediaan bahan makanan untuk rakyat saja, tetapi juga ketersediaan bahan makanan yang sehat. Mereka yang tidak memiliki akses terhadap makanan yang cukup bisa disebut tidak memiliki ketahanan pangan. Namun, mereka yang bisa mendapatkan cukup bahan makanan tetapi tidak mengkonsumsi makanan sehat juga bisa disebut tidak memiliki ketahanan pangan.

Indonesia di satu sisi, masih berjuang mengatasi masalah ketahanan pangan. Banyak bahan pangan yang ada di Indonesia masih bergantung pada impor dari negara lain. Kemajuan ekonomi tidak membuat masyarakat memilih makanan yang sehat. Sebaliknya, berbagai makanan tidak sehat dan gerai makanan cepat saji semakin menjamur di Indonesia. Peningkatan ekonomi bukannya membawa Indonesia ke gaya hidup yang lebih sehat. Akibatnya, masalah obesitas juga mulai ditemukan di Indonesia.

Salah satu janji Presiden Joko Widodo selama masa kampanye adalah memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Banyak yang mengira ketahanan pangan bisa diraih jika perekonomian membaik dan negara bisa memproduksi cukup bahan pangan sendiri. Namun, yang harus diingat adalah produk pangan yang dihasilkan juga mampu mempromosikan hidup sehat. Jangan sampai bahan pangan yang dihasilkan sekedar mencukupi kebutuhan perut, tapi juga harus memenuhi syarat hidup sehat.

Jika Jokowi tak segera memecahkan masalah ketahanan pangan Indonesia, jangan terkejut jika di kota-kota besar akan banyak ditemui perut-perut gendut di mall-mall, sementara di daerah-daerah pinggiran bocah-bocah kurus kering menyantap nasi hanya tanpa lauk. Sungguh ironi.

 

back to top