Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Janji ketahanan pangan ekonomi Jokowi dan obesitas

Janji ketahanan pangan ekonomi Jokowi dan obesitas
KoPi| Obesitas sudah menjadi masalah pandemik di berbagai negara maju. Bahkan, obesitas mulai menular ke negara-negara berkembang yang perekonomiannya mulai membaik. Amerika, sebagai negara dengan perekonomian terkuat di dunia, memiliki angka penderita obesitas yang semakin banyak.
 

Menurut penelitian dari Trust for America's Health dan Robert Wood Johnson Foundation, angka obesitas terus naik di beberapa negara bagian di Amerika seperti Kansas, Minnesota, New Mexico, Ohio, dan Utah. Yang paling terdampak dari kenaikan angka obesitas tersebut adalah anak-anak. Dari data tersebut, 5 persen anak-anak di Amerika mengalami obesitas pada usia di 11 tahun. Sedangkan angka obesitas pada orang dewasa usia 20 hingga 39 tahun mencapai 30 persen.

Apakah masalah pola makan saja yang menjadi penyebab utama obesitas? Laporan tersebut menyebutkan, bukan hanya makanan saja yang menjadi penyebab, tetapi juga aktivitas fisik dan ketahanan pangan.

Mengapa ketahanan pangan juga berkontribusi pada obesitas? Ketahanan pangan bukan sekedar permasalahan ketersediaan bahan makanan untuk rakyat saja, tetapi juga ketersediaan bahan makanan yang sehat. Mereka yang tidak memiliki akses terhadap makanan yang cukup bisa disebut tidak memiliki ketahanan pangan. Namun, mereka yang bisa mendapatkan cukup bahan makanan tetapi tidak mengkonsumsi makanan sehat juga bisa disebut tidak memiliki ketahanan pangan.

Indonesia di satu sisi, masih berjuang mengatasi masalah ketahanan pangan. Banyak bahan pangan yang ada di Indonesia masih bergantung pada impor dari negara lain. Kemajuan ekonomi tidak membuat masyarakat memilih makanan yang sehat. Sebaliknya, berbagai makanan tidak sehat dan gerai makanan cepat saji semakin menjamur di Indonesia. Peningkatan ekonomi bukannya membawa Indonesia ke gaya hidup yang lebih sehat. Akibatnya, masalah obesitas juga mulai ditemukan di Indonesia.

Salah satu janji Presiden Joko Widodo selama masa kampanye adalah memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Banyak yang mengira ketahanan pangan bisa diraih jika perekonomian membaik dan negara bisa memproduksi cukup bahan pangan sendiri. Namun, yang harus diingat adalah produk pangan yang dihasilkan juga mampu mempromosikan hidup sehat. Jangan sampai bahan pangan yang dihasilkan sekedar mencukupi kebutuhan perut, tapi juga harus memenuhi syarat hidup sehat.

Jika Jokowi tak segera memecahkan masalah ketahanan pangan Indonesia, jangan terkejut jika di kota-kota besar akan banyak ditemui perut-perut gendut di mall-mall, sementara di daerah-daerah pinggiran bocah-bocah kurus kering menyantap nasi hanya tanpa lauk. Sungguh ironi.

 

back to top