Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Janji kemewahan Negara Islam: makanan enak, kota kosmopolitan, transportasi eksklusif, dan resor liburan

Janji kemewahan Negara Islam: makanan enak, kota kosmopolitan, transportasi eksklusif, dan resor liburan
KoPi | ISIS dan Negara Islam menjanjikan berbagai kemewahan agar umat Muslim mau berbondong-bondong hijrah ke Suriah.
 

Beberapa warga negara Indonesia yang berusaha menuju Suriah biasanya tergiur janji-janji manis ISIS. Mereka menawarkan janji sebuah negara dengan sistem kekhalifahan, di mana negara diatur berdasarkan hukum syariah. Namun ternyata bukan hanya janji hukum syariah saja yang ditawarkan ISIS. Mereka menjanjikan sebuah surga dunia bagi kaum Muslim yang mau mengikuti mereka.

Hal itu terungkap dari sebuah brosur yang disebarkan salah seorang militan ISIS asal Inggris, Abu Rumaysah Al-Britani. Dalam brosur bernama 'A Brief Guide to the Islamic State' tersebut ISIS menjanjikan sebuah negara dengan iklim Mediterania yang hangat, penuh makanan menggiurkan, dan kesejahteraan hidup lain.

Propaganda yang dicetak seperti brosur liburan tersebut menyebutkan bahwa Negara Islam membiayai segala kebutuhan warganya, seperti makanan, transportasi umum, pendidikan, pelayanan sipil, dan teknologi. Abu Rumaysah menulis bahwa makanan dari negara Barat seperti Snickers, Kit Kat, Kinder Surprise, dan Cadbury, juga tersedia di sana.

"Snickers, Kit Kat, Kinder Surprise, Bounty, Twix, Cadbury, kami punya segalanya. Jika kalian khawatir untuk meninggalkan kopi lokal kalian, kalian akan senang mengetahui bahwa kekhalifahan menyediakan latte dan capucino terbaik," tulisnya.

Ia juga menulis iklim di Negara Islam sangat cocok sebagai tempat tinggal. "Tergantung di mana kalian berada, tapi Negara Islam menawarkan iklim Mediterania yang setara dengan resor terbaik," tulis Abu Rumaysah.

Mengenai pendidikan, Abu Rumaysah menulis: "Tidak ada kelas yang mengajarkan homoseksualitas, evolusi, musik, drama, hubungan antar agama, dan segala sampah yang diajarkan di sekolah non-Muslim. Pikiran lugu anak-anak Anda akan dilindungi oleh khalifah,".

Selain itu, Abu Rumaysah menyebutkan bahwa kekhalifahan menerima segala perbedaan dan menjadi magnet bagi orang-orang berbakat. "Jika Anda pikir London dan New York merupakan kota cosmopolitan, Anda perlu menginjakkan kaki ke Negara Islam," ungkapnya.

Mengenai teknologi, ayah empat orang anak ini mengatakan bahwa video propaganda ISIS yang tersebar ke seluruh dunia merupakan bukti kemajuan teknologi yang dimiliki Negara Islam.

Abu Rumaysah bahkan mengklaim ISIS menyediakan transportasi umum yang mewah dan eksklusif. Ia mengatakan seluruh propinsi memiliki transportasi umum, namun banyak juga yang memiliki kendaraan pribadi.

"Perkembangan jaringan transportasi di Negara Islam dimulai dari kereta api, kemudian berlanjut ke kapal dan pesawat terbang. Namun semuanya sudah direncanakan: zeppelin (balon terbang bermesin pesawat), hovercraft (kendaraan amfibi), trem, mikrolet, mobil kabel, atau bahkan penemuan baru yang dikembangkan para entrepreneur cerdas kami," sesumbar warga Inggris keturunan India ini.

Pada bagian akhir brosur tersebut, Abu Rumaysah menuliskan sebuah kesimpulan yang bernada ancaman. "Ketika kami turun ke jalan-jalan di London, Paris, dan Washington, rasa yang kalian rasakan akan jauh lebih pahit. Itu karena kami tidak hanya akan menumpahkan darah kalian, tapi menghancurkan patung-patung kalian, menghapus sejarah kalian, dan yang paling menyakitkan, meng-Islam-kan anak-anak kalian. Mereka akan menjadi penerus nama kami dan akan mengutuk kakek-kakek mereka,"tulis Abu Rumaysah. | Daily Mail

back to top