Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Janji bank mempermudah akses modal UMKM tanpa jaminan dianggap kosong

Janji bank mempermudah akses modal UMKM tanpa jaminan dianggap kosong

Jogja-KoPi| Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan Pertanian menekankan pentingnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi titik sentral kemajuan perkembangan ekonomi daerah dalam seminar Pembinaan UMKM (25/11).

Menurut data, Indonesia terdapat 90% pelaku usaha, sementara di Yogyakarta sendiri 94% lebih tinggi dan terbagi dari 14 kecamatan se-DIY.

Hal itu dibuktikan pemerintah dengan memberikan ruang pada pelaku UMKM, berupa tempat pemasaran serta pameran untuk mengenalkan usaha dan barang hasil produksinya agar dapat berkembang secara maksimal dan dikenal langsung oleh konsumen.

Sayangnya, Menurut Rio, salah seorang pengusaha batik, hal ini tidak dibarengi dengan adanya akses modal kepada para pengusaha kecil dengan mudah. Pemerintah kurang menjamin adanya modal.

Beda dengan Rio, Meika Hazim pemilik usaha Coklat nDalem, menyatakan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan Pertanian sering memberi modal secara cuma-cuma pada peserta untuk meneruskan usahanya menjadi lebih besar.

Sementara itu Biro Perbankan menjanjikan dalam seminar yang dihadiri oleh 280 peserta tersebut, bank akan mempermudah dalam pemberian pinjaman kepada nasabah UMKM melalui sistem KUR tanpa jaminan dengan bunga yang lebih ringan. Tetapi pernyataan itu dibantah Rio.

"Itu hanyalah gambaran luarnya saja dan hanya untuk popularitas, tapi kenyataannya pihak perbankan tetap meminta jaminan," tegas Rio.|Cucuk Armanto|Frenda Yentin|

back to top