Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Janggal, GAKY laporkan hakim Ester 'korupsi Persiba' ke Komisi Yudisial

Janggal, GAKY laporkan hakim Ester 'korupsi Persiba' ke Komisi Yudisial

Jogjakarta-KoPi| Kasus hukum korupsi Persiba Bantul telah usai, namun kasus tersebut menyisakan kejanggalan dalam penuntasannya. Menurut masyarakat yang tergabung Gerakan Anti Korupsi Yogyakarta (GAKY), kejanggalan terjadi pada putusan dissenting opinion Hakim Ester.

Kejanggalan ini terungkap dari perbedaan isi hasil putusan sidang Tipikor Dahono dan Maryani yang diupload di direktori putusan Mahkamah Agung RI dengan isi rekaman putusan pengadilan milik GAKY.

Direktur Indonesian Court Monitoring, Tri Wahyu menjelaskan tiga hal kejanggalan yang dilakukan oleh Hakim Ester.

Pertama, isi putusan terdakwa Dahono perkara korupsi Pengadilan Tipikor No.5/Pid-Sus-TPK/2015/PN.Yyk halaman 583-584 memasukan SP3 IS dan EBN (yang dicuplik dari salah satu media cetak Jogja tanggal 5 Agustus 2015) dalam pertimbangan isi putusan padahal tidak ada dalam pembacaan putusan.

“Saat itu kami berdiskusi Gerakan Anti Korupsi Yogya, kayaknya dulu kami tidak dengar ya, ada SP3 IS jadi pertimbangan hukum, kami awalnya mencermati ini, karena bukan dari fakta hukum, tapi nylonong masuk dipertimbangan putusan Dahono,” kata Tri Wahyu saat konferensi pers di LBH Jogja Kamis tanggal 19 November 2015.

Kedua, isi putusan halaman 568 memasukan pernyataan Mendagri Tjahyo Kumolo padahal bukan fakta hukum dalam persidangan terdakwa Dahono dan dicuplik tanggal 11 Desember 2014 tanpa sumber yang jelas.

Ketiga, isi putusan halaman 581 memasukan perhitungan ‘keuntungan swasta 10%’ tanpa basis argumen yang jelas.

Atas temuan kejanggalan ini pihak GAKY akan melaporkan Hakim Ester ke Komisi Yudisial Yogykarta. Hakim Ester diduga telah melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim pada prinsip ke-8 dan ke-10, tentang disiplin dan bersikap profesional.

“Gerakan Anti Korupsi Jogja akan melaporkan hakim Ester, ya Jumat malam ini,” jelas Tri Wahyu. |Winda Efanur FS|

back to top