Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Jamaah haji bebas dari berbagai penyakit

Jamaah haji bebas dari berbagai penyakit

Riyadh-KoPi, Arab Saudi mengumumkan sejauh ini bahwa jamaah haji bebas dari penyakit yang mewabah atau menular, menurut harian Riyadh.
Semua sektor kesehatan meningkatkan kinerjanya untuk melakukan tindakan pencegahan dan tindakan medis lainnta untuk semua jamaah baik di Makkah,

Madinah, dan Jeddah, yang merupakan titik pusat musim haji tahun ini.

Hal tersebut telah menjadi sorotan Menteri Kesehatan Saudi Dr. Adel Fakieh yang menegaskan pentingnya peranan Menteri Kesehatan dalam melindungi kesehatan dan keselamatan jamaah.

Arab Saudi telah meyakinkan dunia sebelumnya mengenai keamanan musim haji tahun ini, karena sebelumnya ada isu tentang menyebarnya penyakit saluran pernapasan, yang dikenal dengan MERS dan virus Ebola di Afrika Barat, melalui tindakan prosedur kesehatan yang kuat dan serius.


(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhua News

back to top