Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Jago Tarung pamerkan lima seniman di Hotel Aman Jiwo

Jago Tarung pamerkan lima seniman di Hotel Aman Jiwo

Borobudur-KoPi| Jago Tarung menggelar pameran seni kontemporer bertemakan Mask-Between Magic and Alter Ego di Ruang Galeri Amanjiwo Resort (18/5). Sejumlah karya Agus Putu, Dedy Sufriardi, Gusmen Heriadi,IB Komang,dan Suharmanto menjadi icon memenuhi ruang gallery Hotel Aman Jiwo.

Kurator Dedi Yuniarto sekaligus manajer Jago Tarung mengatakan dirinya memang dari dulu sudah tertarik dengan budaya Indonesia. Sehingga dengan menggandeng lima pelukis asal Yogyakarta tersebut pihaknya berusaha mengangkat konsep Topeng yang merepresentasikan budaya Jawa dan Indonesia.

"Sebetulnya konsep ini sudah muncul setahun yang lalu, saya sangat suka mengangkat tema kultur budaya Indonesia,dulu saya mengadakan pameran di Yunani dan saat itu saya mengangkat tema mitologi budaya Indonesia," ujarnya.

Dedi menjelaskan kata magic disini lebih menunjukkan budaya masyarakat Indonesia di masa lalu yang menggunakan topeng sebagai alat komunikasi pada roh leluhur. Sementara frasa alter ego lebih mengarah ke pelukis abstrak yang berusaha menunjukkan diri lainnya lewat lukisannya.

aman3

Agus Putu, salah satu seniman mengatakan dirinya berusaha menyampaikan pesan lukisan yang digambarkan dengan figure binatang yang hampir punah.

"Saya ingin membicarakan binatang yang ekosistem nya saat ini sedang terganggu, untuk mengingatkan kembali dulu nenek moyang kita memberikan pemghargaan ke alam dengan menjaganya,"Kata Agus.

Sementara Suharmanto mengaku lebih tertarik dengan menceritakan dirinya lewat media topeng. Hal ini ditunjukkan dengan lukisannnya yang selalu memasukan figure dirinya kedalam lukisan yang dipamerkan.

Sementara itu Ian White, General Manager Hotel Aman Jiwo Resort mengatakan dalam menyambut ulang tahun ke 20, Aman jiwo berusaha menunjukkan kepada tamunya bahwa masih banyak pelukis berbakat di Yogyakarta .

"Kami ingin mengajari dan menunjukkan para tamu bahwa Yogyakarta penuh orang berbakat," kata Ian.

Pameran ini juga mendapat apresiasi dari tamu undangan pameran dan pengunjung Amanjiwo. Wawan Geni seorang pelukis dari Magelang mengatakan dirinya sangat tertarik dengan setiap lukisan yang dipamerkan pada pameran ini.

"Tema Between Magic dan Alter Ego itu sangat menarik karena mengangkat tema tradisi lokal,Saya rasa pesan dari pelukis ini sudah tersampaikan ,sehingga saya sangat tertarik pada setiap lukisannya,"ujarnya.|Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top