Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Jago Tarung pamerkan lima seniman di Hotel Aman Jiwo

Jago Tarung pamerkan lima seniman di Hotel Aman Jiwo

Borobudur-KoPi| Jago Tarung menggelar pameran seni kontemporer bertemakan Mask-Between Magic and Alter Ego di Ruang Galeri Amanjiwo Resort (18/5). Sejumlah karya Agus Putu, Dedy Sufriardi, Gusmen Heriadi,IB Komang,dan Suharmanto menjadi icon memenuhi ruang gallery Hotel Aman Jiwo.

Kurator Dedi Yuniarto sekaligus manajer Jago Tarung mengatakan dirinya memang dari dulu sudah tertarik dengan budaya Indonesia. Sehingga dengan menggandeng lima pelukis asal Yogyakarta tersebut pihaknya berusaha mengangkat konsep Topeng yang merepresentasikan budaya Jawa dan Indonesia.

"Sebetulnya konsep ini sudah muncul setahun yang lalu, saya sangat suka mengangkat tema kultur budaya Indonesia,dulu saya mengadakan pameran di Yunani dan saat itu saya mengangkat tema mitologi budaya Indonesia," ujarnya.

Dedi menjelaskan kata magic disini lebih menunjukkan budaya masyarakat Indonesia di masa lalu yang menggunakan topeng sebagai alat komunikasi pada roh leluhur. Sementara frasa alter ego lebih mengarah ke pelukis abstrak yang berusaha menunjukkan diri lainnya lewat lukisannya.

aman3

Agus Putu, salah satu seniman mengatakan dirinya berusaha menyampaikan pesan lukisan yang digambarkan dengan figure binatang yang hampir punah.

"Saya ingin membicarakan binatang yang ekosistem nya saat ini sedang terganggu, untuk mengingatkan kembali dulu nenek moyang kita memberikan pemghargaan ke alam dengan menjaganya,"Kata Agus.

Sementara Suharmanto mengaku lebih tertarik dengan menceritakan dirinya lewat media topeng. Hal ini ditunjukkan dengan lukisannnya yang selalu memasukan figure dirinya kedalam lukisan yang dipamerkan.

Sementara itu Ian White, General Manager Hotel Aman Jiwo Resort mengatakan dalam menyambut ulang tahun ke 20, Aman jiwo berusaha menunjukkan kepada tamunya bahwa masih banyak pelukis berbakat di Yogyakarta .

"Kami ingin mengajari dan menunjukkan para tamu bahwa Yogyakarta penuh orang berbakat," kata Ian.

Pameran ini juga mendapat apresiasi dari tamu undangan pameran dan pengunjung Amanjiwo. Wawan Geni seorang pelukis dari Magelang mengatakan dirinya sangat tertarik dengan setiap lukisan yang dipamerkan pada pameran ini.

"Tema Between Magic dan Alter Ego itu sangat menarik karena mengangkat tema tradisi lokal,Saya rasa pesan dari pelukis ini sudah tersampaikan ,sehingga saya sangat tertarik pada setiap lukisannya,"ujarnya.|Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top