Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Jago Tarung pamerkan lima seniman di Hotel Aman Jiwo

Jago Tarung pamerkan lima seniman di Hotel Aman Jiwo

Borobudur-KoPi| Jago Tarung menggelar pameran seni kontemporer bertemakan Mask-Between Magic and Alter Ego di Ruang Galeri Amanjiwo Resort (18/5). Sejumlah karya Agus Putu, Dedy Sufriardi, Gusmen Heriadi,IB Komang,dan Suharmanto menjadi icon memenuhi ruang gallery Hotel Aman Jiwo.

Kurator Dedi Yuniarto sekaligus manajer Jago Tarung mengatakan dirinya memang dari dulu sudah tertarik dengan budaya Indonesia. Sehingga dengan menggandeng lima pelukis asal Yogyakarta tersebut pihaknya berusaha mengangkat konsep Topeng yang merepresentasikan budaya Jawa dan Indonesia.

"Sebetulnya konsep ini sudah muncul setahun yang lalu, saya sangat suka mengangkat tema kultur budaya Indonesia,dulu saya mengadakan pameran di Yunani dan saat itu saya mengangkat tema mitologi budaya Indonesia," ujarnya.

Dedi menjelaskan kata magic disini lebih menunjukkan budaya masyarakat Indonesia di masa lalu yang menggunakan topeng sebagai alat komunikasi pada roh leluhur. Sementara frasa alter ego lebih mengarah ke pelukis abstrak yang berusaha menunjukkan diri lainnya lewat lukisannya.

aman3

Agus Putu, salah satu seniman mengatakan dirinya berusaha menyampaikan pesan lukisan yang digambarkan dengan figure binatang yang hampir punah.

"Saya ingin membicarakan binatang yang ekosistem nya saat ini sedang terganggu, untuk mengingatkan kembali dulu nenek moyang kita memberikan pemghargaan ke alam dengan menjaganya,"Kata Agus.

Sementara Suharmanto mengaku lebih tertarik dengan menceritakan dirinya lewat media topeng. Hal ini ditunjukkan dengan lukisannnya yang selalu memasukan figure dirinya kedalam lukisan yang dipamerkan.

Sementara itu Ian White, General Manager Hotel Aman Jiwo Resort mengatakan dalam menyambut ulang tahun ke 20, Aman jiwo berusaha menunjukkan kepada tamunya bahwa masih banyak pelukis berbakat di Yogyakarta .

"Kami ingin mengajari dan menunjukkan para tamu bahwa Yogyakarta penuh orang berbakat," kata Ian.

Pameran ini juga mendapat apresiasi dari tamu undangan pameran dan pengunjung Amanjiwo. Wawan Geni seorang pelukis dari Magelang mengatakan dirinya sangat tertarik dengan setiap lukisan yang dipamerkan pada pameran ini.

"Tema Between Magic dan Alter Ego itu sangat menarik karena mengangkat tema tradisi lokal,Saya rasa pesan dari pelukis ini sudah tersampaikan ,sehingga saya sangat tertarik pada setiap lukisannya,"ujarnya.|Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top