Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Israel melucuti detektor logam dari kompleks al-Aqsa

Israel melucuti detektor logam dari kompleks al-Aqsa

Yerusalem-KoPi| Israel memutuskan untuk menyingkirkan detektor logam yang ditempatkannya di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur dan menggantinya dengan kamera pengintai yang lebih canggih.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memilih untuk mencopot gerbang detektor logam tersebut setelah sebuah pertemuan berlangsung beberapa jam untuk kedua kalinya pada hari Senin,(24/7)

Sheikh Najeh Bakirat, direktur Masjid al-Aqsa pada Senin malam, mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak memenuhi tuntutan umat Muslim saat kamera keamanan tetap terpasang.

Israel memasang detektor logam dan kamera keamanan setelah orang-orang bersenjata menembak mati dua penjaga Israel di dekat kompleks al-Aqsa - situs tersuci ketiga Islam - pada 14 Juli.

Imran Khan dari Al Jazeera, melaporkan dari Yerusalem Timur mengatakan bahwa saat detektor logam dilepaskan, ratusan orang Palestina memprotes kamera keamanan yang terpasang

Dia mengatakan bahwa Peralata bulldozer telah menyiapkan kabel untuk kamera baru dengan perangkat lunak canggih yang mampu mengenali wajah.

Pernyataan kabinet menambahkan bahwa mereka telah mengalokasikan 100 juta shekel (sekitar 28 juta dollar atau sekitar 373 miliar rupiah) untuk peralatan dan petugas polisi tambahan.

"Pasukan Israel menembakkan peluru karet berlapis baja, granat setrum ke pendemo dan lebih banyak pasukan keamanan ditempatkan di gerbang masjid Singa," jelas Koresponden Al-Jazeera, Selasa (25/7).

"Ada kemarahan besar, orang-orang Palestina mengatakan bahwa mereka tidak akan pernah menerima tindakan pengamanan di kompleks masjid al-Aqsa," lanjutnya.

Koresponden tersebut melihat seolah Palestina tidak akan bisa menerima kamera keamanan.

Sementara itu,Khaled el-Gindy, dari instusi Brookings , mengatakan bahwa "mereka yang mengatakan ini hanya tentang masalah keamanan dan mengatakan hanya masalah teknis yang relatif kecil, sangat tidak mengerti masalah ini".

"... menyerah pada detektor logam akan dipandang sebagai pengakuan pernyataan Israel atas kedaulatannya pada tempat suci dan perluasan seluruh Yerusalem," katanya dari San Diego di California.

"Ini adalah masalah politis yang sangat serius dan sangat nyata bagi orang-orang Palestina,"pungkasnya.(Sumber Al-Jazeera)

back to top