Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

ISIS tidak di Irak ataupun Suriah, mereka di Mali!

Menteri urusan luar negeri Mali, Abdoulaye Diop meminta PBB untuk mengambil tindakan segera. Sumber: AFP Menteri urusan luar negeri Mali, Abdoulaye Diop meminta PBB untuk mengambil tindakan segera. Sumber: AFP
Mali-KoPi- Sebuah tempat yang paling berbahaya di dunia untuk sekarang. Wilayah itu merupakan salah satu daerah kekuasaan ISIS, tetapi bukan Irak ataupun Suriah. Mali adalah salah satu negara yang berhasil dikuasai ISIS, sebuah negara yang juga terletak di Afrika Barat seperti Sierra Leone, Liberia, dan Guinea yang merupakan daerah berbahaya Ebola.

Pasukan Prancis memenangkan kembali wilayah Mali dari al-Qaeda pada awal 2013 dengan kekuatan lebih dari 4.500 tentara di wilayah tersebut, menurut Foreign Policy. Tapi sekarang Perancis telah menarik sebagian besar pasukannya dan Mali telah menjadi tempat paling mematikan untuk saat ini. 

Dalam 15 bulan terakhir, misi penjaga perdamaian PBB telah kehilangan 31 anggotanya yang tewas dan 91 lainnya luka-luka. Sekarang utusan PBB untuk Mali, Bert Koenders meninggalkan Mali kurang dari satu tahun karena menjadi Menteri luar negeri Belanda. 

Menteri luar negeri Mali, Abdoulaye Diop pekan lalu memohon kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah-langkah mendesak karena keadaan Mali menjadi semakin tidak stabil. 

Abdoulaye telah memperingatkan PBB bahwa Mali berisiko menjadi tempat destinasi gerombolan militant ISIS dalam merencanakan senjata biologis pemusnah massal mereka. Sebelumnya ISIS diberitakan sedang merencanakan Ebola sebagai senjata biologis untuk melawan negara-negara Barat dan itu juga dapat mengancam dunia.

Kepala penjaga perdamaian PBB Herve Ladsous berjanji bahwa helikopter tempur dan pesawat akan segera dikirim ke Mali dalam beberapa bulan mendatang untuk menghadapi penyergapan,serangan roket, mortir, dan serangan bunuh diri ISIS. 

Tapi sementara itu Mali masih diabaikan, padahal  negara tersebut juga berisiko terinfeksi Ebola karena letaknya berbatasan dengan salah satu negara episentrum epidemi Ebola, Guinea. 

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

 

 

 

back to top