Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

ISIS tidak di Irak ataupun Suriah, mereka di Mali!

Menteri urusan luar negeri Mali, Abdoulaye Diop meminta PBB untuk mengambil tindakan segera. Sumber: AFP Menteri urusan luar negeri Mali, Abdoulaye Diop meminta PBB untuk mengambil tindakan segera. Sumber: AFP
Mali-KoPi- Sebuah tempat yang paling berbahaya di dunia untuk sekarang. Wilayah itu merupakan salah satu daerah kekuasaan ISIS, tetapi bukan Irak ataupun Suriah. Mali adalah salah satu negara yang berhasil dikuasai ISIS, sebuah negara yang juga terletak di Afrika Barat seperti Sierra Leone, Liberia, dan Guinea yang merupakan daerah berbahaya Ebola.

Pasukan Prancis memenangkan kembali wilayah Mali dari al-Qaeda pada awal 2013 dengan kekuatan lebih dari 4.500 tentara di wilayah tersebut, menurut Foreign Policy. Tapi sekarang Perancis telah menarik sebagian besar pasukannya dan Mali telah menjadi tempat paling mematikan untuk saat ini. 

Dalam 15 bulan terakhir, misi penjaga perdamaian PBB telah kehilangan 31 anggotanya yang tewas dan 91 lainnya luka-luka. Sekarang utusan PBB untuk Mali, Bert Koenders meninggalkan Mali kurang dari satu tahun karena menjadi Menteri luar negeri Belanda. 

Menteri luar negeri Mali, Abdoulaye Diop pekan lalu memohon kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah-langkah mendesak karena keadaan Mali menjadi semakin tidak stabil. 

Abdoulaye telah memperingatkan PBB bahwa Mali berisiko menjadi tempat destinasi gerombolan militant ISIS dalam merencanakan senjata biologis pemusnah massal mereka. Sebelumnya ISIS diberitakan sedang merencanakan Ebola sebagai senjata biologis untuk melawan negara-negara Barat dan itu juga dapat mengancam dunia.

Kepala penjaga perdamaian PBB Herve Ladsous berjanji bahwa helikopter tempur dan pesawat akan segera dikirim ke Mali dalam beberapa bulan mendatang untuk menghadapi penyergapan,serangan roket, mortir, dan serangan bunuh diri ISIS. 

Tapi sementara itu Mali masih diabaikan, padahal  negara tersebut juga berisiko terinfeksi Ebola karena letaknya berbatasan dengan salah satu negara episentrum epidemi Ebola, Guinea. 

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

 

 

 

back to top