Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

ISIS salib dan kubur anak hidup-hidup

Cuplikan video yang menunjukkan tentara anak-anak rekrutan ISIS di Kazakhstan Cuplikan video yang menunjukkan tentara anak-anak rekrutan ISIS di Kazakhstan
KoPi | Kekejaman kelompok militan Islamic State (IS) atau sering disebut ISIS semakin menjadi-jadi. Sebuah laporan dikeluarkan oleh tim independen PBB setelah peristiwa pemenggalan reporter Jepang dan pembakaran hidup-hidup pilot Jordania tentang daftar kekejaman kelompok tersebut.
 

Komite Hak Anak-anak PBB di Jenewa melaporkan beberapa fakta bahwa ISIS telah menculik dan menjual anak-anak dari Iraq sebagai budak seks (4/2). Selain itu, beberapa anak lain juga dibunuh dengan cara disalib dan dikubur hidup-hidup. Laporan tersebut juga menyebutkan sebagian anak-anak direkrut untuk menjadi pembom bunuh diri, pembuat bom, informan, atau dijadikan tameng manusia.

Mayoritas anak-anak yang menjadi korban kekejaman militan ISIS adalah anak-anak kaum Yazidi atau dari pemeluk agama Kristen. Meski demikian, anak-anak dari keluarga Sunni dan Shiah juga turut menjadi korban.

“Kami mendapat laporan bahwa anak-anak, terutama mereka yang terganggu secara mental, dijadikan sebagai pembom bunuh diri. Kebanyakan anak-anak tersebut bahkan tidak tahu apa yang mereka lakukan,” terang Renate Winter, anggota Komite Hak Anak-anak PBB.

Laporan tersebut menyebutkan ISIS melakukan “pembunuhan sistematis terhadap anak-anak dari kalangan agama dan etnik minoritas, termasuk di antaranya eksekusi masal anak laki-laki, pemenggalan, penyaliban anak-anak, dan penguburan hidup-hidup”.

Komite tersebut juga menuduh ISIS telah melakukan “kekerasan seksual secara sistematis” dan “penculikan serta perbudakan seksual pada anak-anak”. “Anak-anak dari etnis minoritas tersebut diculik dan ditangkap dari berbagai tempat, kemudian diberi label harga, dan dijual sebagai budak,” ungkap Winter.

Selain menjadi korban langsung dari ISIS, anak-anak di Iraq juga menjadi korban tewas atau terluka akibat serangan udara pasukan Iraq dan koalisi pimpinan Amerika Serikat. Anak-anak lain juga meninggal karena dehidrasi, kelaparan, dan tersengat panas berlebihan.| The Huffington Post

back to top