Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

ISIS salib dan kubur anak hidup-hidup

Cuplikan video yang menunjukkan tentara anak-anak rekrutan ISIS di Kazakhstan Cuplikan video yang menunjukkan tentara anak-anak rekrutan ISIS di Kazakhstan
KoPi | Kekejaman kelompok militan Islamic State (IS) atau sering disebut ISIS semakin menjadi-jadi. Sebuah laporan dikeluarkan oleh tim independen PBB setelah peristiwa pemenggalan reporter Jepang dan pembakaran hidup-hidup pilot Jordania tentang daftar kekejaman kelompok tersebut.
 

Komite Hak Anak-anak PBB di Jenewa melaporkan beberapa fakta bahwa ISIS telah menculik dan menjual anak-anak dari Iraq sebagai budak seks (4/2). Selain itu, beberapa anak lain juga dibunuh dengan cara disalib dan dikubur hidup-hidup. Laporan tersebut juga menyebutkan sebagian anak-anak direkrut untuk menjadi pembom bunuh diri, pembuat bom, informan, atau dijadikan tameng manusia.

Mayoritas anak-anak yang menjadi korban kekejaman militan ISIS adalah anak-anak kaum Yazidi atau dari pemeluk agama Kristen. Meski demikian, anak-anak dari keluarga Sunni dan Shiah juga turut menjadi korban.

“Kami mendapat laporan bahwa anak-anak, terutama mereka yang terganggu secara mental, dijadikan sebagai pembom bunuh diri. Kebanyakan anak-anak tersebut bahkan tidak tahu apa yang mereka lakukan,” terang Renate Winter, anggota Komite Hak Anak-anak PBB.

Laporan tersebut menyebutkan ISIS melakukan “pembunuhan sistematis terhadap anak-anak dari kalangan agama dan etnik minoritas, termasuk di antaranya eksekusi masal anak laki-laki, pemenggalan, penyaliban anak-anak, dan penguburan hidup-hidup”.

Komite tersebut juga menuduh ISIS telah melakukan “kekerasan seksual secara sistematis” dan “penculikan serta perbudakan seksual pada anak-anak”. “Anak-anak dari etnis minoritas tersebut diculik dan ditangkap dari berbagai tempat, kemudian diberi label harga, dan dijual sebagai budak,” ungkap Winter.

Selain menjadi korban langsung dari ISIS, anak-anak di Iraq juga menjadi korban tewas atau terluka akibat serangan udara pasukan Iraq dan koalisi pimpinan Amerika Serikat. Anak-anak lain juga meninggal karena dehidrasi, kelaparan, dan tersengat panas berlebihan.| The Huffington Post

back to top