Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

ISIS hancurkan karya-karya rupa ribuan tahun di Mosul

ISIS hancurkan karya-karya rupa ribuan tahun di Mosul

KoPi| Sebuah video yang dirilis mailonline menunjukkan orang-orang ISIS tengah menghancurkan karya-karya seni patung yang berusia 3000 tahun. Mereka dengan brutal memartil patung-patung yang berada di dalam Museum Mosul, Irak.

ISIS menganggap patung-patung itu merusak iman Muslim karena dianggap mengarah pada penyembahan berhala. ISIS menawarkan konsep pendidikan alternatif untuk warga dan untuk melestarikan situs dan perpustakaan.

Mosul merupakan kota kedua terbesar di Irak yang menjadi pusat kekhalifan ISIS di Irak. Sebelumnya, tahun 2003 setelah invasi AS di Irak, warga setempat mencoba menyelamatkan pelbagai peninggalan masa lalu termasuk buku-buku, tetapi ISIS menerapkan hukuman berat untuk itu.|MailOnline| Retno UR

Media

back to top