Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

ISIS gantung 8 pria di jalan raya Irak

ISIS gantung 8 pria di jalan raya Irak

KoPi|Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali merilis video perbuatan barbarnya. Video yang menayangkan delapan tubuh pria digantung di jalan Kota Hawija, Irak.

Lalu lalang warga dan kendaraan melintas di bawah jasad-jasad. Beberapa anak-anak menyaksikan jasad yang digantung dengan kaki diikat di atas tiang besi dan kepala menggantung di bawah. Hingga saat ini belum diketahui identitas delapan korban ISIS tersebut.
Ada dugaan mereka tentara Irak dan ada yang menduga tentara Kurdi. Beberapa di antara korban yang digantung mengenakan pakaian militer.

ISIS telah mempersiapkan Hawija sebagai tempat yang baru untuk melancarkan operasinya setelah pasukan Irak yang dilatih oleh Amerika Serikat kembali menguasai Mosul.

Mayoritas muslim Sunni menetap di Hawija. Di kota ini terletak jalan tol menuju Mosul, kota kedua terbesar di Irak dan Baghdad, ibu kota Irak.

Saat Amerika Serikat menarik pasukannya dari Irak, terjadi aksi kekerasan di Hawija pada April 2013. Ini awal pasukan pemerintah menyerang kamp para pemberontak di kota itu pada 24 April 2013 yang menewaskan puluhan warga sipil. Sebanyak 300 orang tewas dalam aksi tembak selama tiga hari itu.|Dailymail.co.uk|MNC|

back to top