Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Irak dan kelompok pro-pemerintah bantai 255 tahanan Sunni

Irak dan kelompok pro-pemerintah bantai 255 tahanan Sunni

Irak-KoPi, Pasukan kemanan Irak dan sekutu militan Syiah mengeksekusi setidaknya 255 tahanan dari Sunni karena mereka mengibarkan bendera jihad bulan lalu, pemerhati HAM Human Rights Watch (HRW) mengatakan pada hari Jum’at (11/7).

“Pasukan keamanan Irak dan militan yang berafiliasi dengan pemerintah tampaknya melanggar hukum karena mengeksekusi setidaknya 255 tahanan Sunni… semenjak 9 Juni,” pemerhati HAM tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Pembunuhan massal dapat menjadi bukti kejahatan perang atau kejahatan kemanusiaan,” kata HRW yang berpusat di New York.

Nampaknya pembunuhan tersebut dilakukan sebagai pembalasan atas serangan ISIS (sekarang menjadi IS-Islamic State), yang merupakan kelompok ekstrimis Sunni yang menguasai sebagian besar wilayah Irak, termasuk kota kedua Mosul, yang juga mendeklarasikan “khalifah”nya.

“Walaupun dunia mencela tindakan ISIS, namun juga jangan menutup mata terhadap pembantaian sektarian oleh pasukan pemerintah atau kelompok yang pro pemerintah,” kata Joe Stork, HRW Timur Tengah.

Kelompok HAM tersebut mengatakan telah mendokumentasikan pembataian tahanan bulan lalu di Mosul,  serta di Tal Afar, Baquba, Jumarkhe dan Rawa.

“Dalam satu kasus, pembantai membakar puluhan tahanan dan dua kasus lainnya pembantai melempar beberapa granat ke sel tahanan,” kata HRW.
Hal tersebut menuntut investigasi internasional mengenao pembantain tersebut.

(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News
 

back to top