Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Irak dan kelompok pro-pemerintah bantai 255 tahanan Sunni

Irak dan kelompok pro-pemerintah bantai 255 tahanan Sunni

Irak-KoPi, Pasukan kemanan Irak dan sekutu militan Syiah mengeksekusi setidaknya 255 tahanan dari Sunni karena mereka mengibarkan bendera jihad bulan lalu, pemerhati HAM Human Rights Watch (HRW) mengatakan pada hari Jum’at (11/7).

“Pasukan keamanan Irak dan militan yang berafiliasi dengan pemerintah tampaknya melanggar hukum karena mengeksekusi setidaknya 255 tahanan Sunni… semenjak 9 Juni,” pemerhati HAM tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Pembunuhan massal dapat menjadi bukti kejahatan perang atau kejahatan kemanusiaan,” kata HRW yang berpusat di New York.

Nampaknya pembunuhan tersebut dilakukan sebagai pembalasan atas serangan ISIS (sekarang menjadi IS-Islamic State), yang merupakan kelompok ekstrimis Sunni yang menguasai sebagian besar wilayah Irak, termasuk kota kedua Mosul, yang juga mendeklarasikan “khalifah”nya.

“Walaupun dunia mencela tindakan ISIS, namun juga jangan menutup mata terhadap pembantaian sektarian oleh pasukan pemerintah atau kelompok yang pro pemerintah,” kata Joe Stork, HRW Timur Tengah.

Kelompok HAM tersebut mengatakan telah mendokumentasikan pembataian tahanan bulan lalu di Mosul,  serta di Tal Afar, Baquba, Jumarkhe dan Rawa.

“Dalam satu kasus, pembantai membakar puluhan tahanan dan dua kasus lainnya pembantai melempar beberapa granat ke sel tahanan,” kata HRW.
Hal tersebut menuntut investigasi internasional mengenao pembantain tersebut.

(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News
 

back to top