Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Internet dapat berefek buruk pada kesehatan mental anak

Internet dapat berefek buruk pada kesehatan mental anak

Inggris-KoPi, Anak-anak yang menghabiskan banyak waktunya untuk menggunakan komputer dapat beresiko mengalami masalah kesehatan mental seperti rasa kesendirian, depresi dan cemas, papar penasehat kesehatan.

“Anak-anak yang menghabiskan lebih banyak waktu di depan komputer, menonton TV dan bermain video games, cenderung mengalami tekanan emosional, kecemasan dan depresi yang lebih tinggi,” laporan menyebutkan.


Dalam sebuah penelitian, Public Health England, menggambarkan hubungan yang amat jelas antara penggunaan internet dan situs jejaring sosial yang berlebihan dengan merendahnya rasa harga diri.


Mereka yang menghabiskan waktu lebih dari empat jam sehari di depan komputer mudah terserang penyakit kejiwaan, sebuah laporan menyebutkan di Daily Mail.


Penemuan ini lalu memicu perdebatan mengenai resiko kesehatan dari situs jejaring sosial dan perusahaan permainan komputer seperti Facebook yang dianggap gagal memiliki sistem pemeriksaan umur yang efektif untuk pengguna barunya.


Sebenarnya, seorang pengguna harus sudah berumur minimal 13 tahun untuk dapat menggunakan akun Facebook. Namun, pada kenyataannya, ada banyak anak-anak dibawah umur tersebut yang sudah memiliki akun jejaring sosial ini.


Penelitian ini sudah melalui seleksi dari pengurus kesehatan masyarakat yang mengadakan penyelidikan mengenai kesehatan mental anak di Inggris.


(Ana Puspita)
Sumber: The independent

back to top