Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Virus menyebar, Saudi tetap layani Haji

Virus menyebar, Saudi tetap layani Haji

Riyadh-KoPi, Arab Saudi siap melayanai ibadah haji untuk para muslim yang dilaksanakan setiap tahun meskipun penyakit MERS (Middle East Respiratory Syndrome), infeksi coronavirus, sebuah penyakit yang menyerang pernapasan terus meningkat, kata Menteri Kesehatan Arab Saudi Abdullah al-Rabia (21/4).

"Kami sedang bekerja keras untuk mengendalikan penyebaran virus tersebut dan siap untuk musim haji," kata al-Rabia kepada pers local.

 

"Kami memiliki pengalaman panjang dan kompeten dalam pengobatan secara besar-besaran sebagaimana kami dijadikan sebagai acuan internasional di dalam bidang ini," tambahnya.

 

Pada hari Minggu, Kementerian Kesehatan mengumumkan 13 kasus baru di empat kota, tetapi katanya angka kematian telah menurun dari 60 persen menjadi 32 persen.

 

Al-Rabia telah menindak lanjuti kenaikan kasus yang telah dilaporkan dan mempercepat tes kesehatan untuk mengetahui dan mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

 

Tidak ada vaksin yang tersedia untuk penyakit tersebut dan rute penyebaran tetap tidak diketahui, kata Menteri Kesehatan, dan lima perusahaan farmasi internasional telah berusaha untuk mengembangkan vaksin untuk mencegah penyakit tersebut.

 

Menurut media setempat, 97 orang telah meninggal akibat infeksi virus corona MERS dari 244 kasus yang telah dikonfirmasi sejak tahun 2012.

 

(Fahrurrazi)

Sumber: Xinhuanet

 

back to top