Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Inilah tiga pemimpin politik perempuan di Indonesia yang 'resolver'

Inilah tiga pemimpin politik perempuan di Indonesia yang 'resolver'

KoPi| Selama ini persepsi masyarakat, seorang pemimpin merakyat seolah hanya pada seberapa banyak 'blusukan'. Itu tidak salah, blusukan bagi pemimpin politik adalah cara untuk dekat rakyatnya. Akan tetapi, selain blusukan ada faktor lain dari kualitas kepemimpinan yaitu resolver (pemecah masalah).

Kepemimpinan resolver tidak meninggalkan blusukan, akan tetapi dia juga mengoptimalkan peranan sebagai seorang pemecah masalah dari kasus-kasus pelik berkaitan hajat hidup rakyat. Redaksi KoPi melakukan jajak pendapat terkait pemimpin model resolver menggunakan metode accidental sampling kepada 200 orang usia 17-35 tahun di Jawa Timur.

KoPi menemukan fakta bahwa 96,5% responden setuju pentingnya pemimpin resolver yang bekerja keras memecahkan masalah-masalah sosial ekonomi masyarakat. Sedangkan 3,5 % menyatakan tidak tahu. Ketika kepemimpinan resolver dibandingkan blusukan 60% memilih pemimpin resolver, 34% memilih blusukan, dan 6% tidak tahu. 

Menurut Sosiolog Universitas Airlangga, Novri Susan, jajak pendapat KoPi tersebut memberikan kecenderungan bahwa masyarakat lebih mengharapkan pemimpin yang resolver daripada blusukan.

"Bisa jadi praktik blusukan mulai dipandang hanya sekedar pencitraan. Setelah praktik blusukan menjadi semacam pencitraan semata, dan permasalahan sosial ekonomi masih saja belum terpecahkan, maka masyarakat tidak terlalu mempercayai praktik blusukan."

Penulis buku Negara Gagal Mengelola Konflik itu juga menggarisbawahi bahwa pemimpin yang bekerja keras memecahkan masalah merupakan harapan sangat besar. 

Jajak pendapat KoPi juga memberi pertanyaan tentang figur-figur pemimpin berdasar gender yang dipandang sebagai pemimpin pemecah masalah. Tiga besar pemimpin politik perempuan yang menjadi perhatian antara lain lain Tri Rismaharini (Walikota Surabaya), Fatma Saifullah Yusuf (Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita Jawa Timur, dan Susi Pudjiastuti (Menteri Perikanan dan Kelautan).

Beberapa pernyataan responden menyatakan tidak banyak pemimpin politik yang bisa seperti mereka. Hal menarik adalah masuknya Fatma Saifullah Yusuf dalam jajaran nama pemimpin politik model resolver. Selama ini Fatma Saifullah Yusuf, isteri dari Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, bekerja keras siang dan malam dalam program pemberdayaan masyarakat khususnya perempuan seperti membentuk koperasi wanita, mengorganisasi 41 organisasi perempuan di Jawa Timur, dan aktif mengadvokasi hidup sehat melalui senam.

Nama-nama pemimpin politik laki-laki antara lain Joko Widodo, Ridwan Kamil, Saifullah Yusuf dan Soekarwo. |YP|

back to top