Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Inilah kota yang sedang krisis identitas

Inilah kota yang sedang krisis identitas
'Kota Transit' yang ramai oleh kunjungan baik oleh pelancong dan pedagang. Masyarakat bisa menjalankan roda perekonomian melalui perdagangan baik kuliner, cindera mata dan jasa transportasi. Itulah Kota Banjar, kota yang berbatasan dengan Cilacap dan Ciamis. Sayang sekali julukan Kota Transit sudah menghilang sejak dua dekade terakhir. Mengapa?

Kota Banjar - KoPi |Keuntungan sebagai Kota Transit bagi Kota Banjar tentu saja berkaitan dengan pertumbuhan sektor pariwisata. Hal ini berarti mendorong penguatan industri ekonomi kreatif. Akan tetapi, sayang sekali Kota Banjar sudah kehilangan itu semua. Mungkin masih ada yang tahu bahwa Kota Banjar merupakan Kota Transit yang dikenal, disegani dan disukai masyarakat Indonesia.

Beberapa pedagang makanan sekitar Stasiun Kereta Kota Banjar yang telah berjualan lebih dari sepuluh tahun mengatakan bahwa saat ini sangat berbeda. 

"Ya enggak tahu kenapa. Tapi dulu ramai gitu. Dagangan laris. Sekarang sepih mah. Pemerintah juga tidak peduli."

Pandangan pedagang makanan kecil tersebut juga dirasakan oleh banyak masyarakat Kota Banjar. Bayangkan, kota yang memiliki ragam kuliner dan sentra pertemuan perdagangan lintas daerah kini menjadi tidak ramai. 

Dr. Hj. Irma Bastaman merupakan pegiat dan pendamping masyarakat melalui berbagai aktivitas pemberdayaan sosial ekonomi. Perempuan asli Kota Banjar tersebut sering turun ke lapangan memberikan pelatihan dan motivasi agar masyarakat Kota Banjar mampu mengembalikan identitas Kota Banjar sebagai kota transit.

Foto: Masyarakat 'menyerbu' Dr. Hj. Irma Bastaman yang sedang berbagi ilmu manajemen bisnis usaha kecil menengah

"Saya hanya berusaha semaksimalnya. Selain karena kota ini adalah tanah kelahiran saya, sangat penting agar Kota Banjar bisa mengembalikan kota yang penuh potensi ini sebagai Kota Transit." 

Irma menjelaskan bahwa saat ini belum ada strategi sistematis dan kebijakan yang mampu mengembalikan Kota Banjar dalam statusnya sebagai Kota Transit. 

"Contoh kecil, stasiun kereta Kota Banjar merupakah salah satu ikon sebagai Kota Transit. Semestinya daerah juga berupaya melakukan penataan dan pemberdayaan para pedagang serta masyarakat sekitar agar menjadi lokasi yang menarik para pengunjung. Sayangnya stasiun ini sekarang kurang baik kondisinya. Kita harus mengubah ini semua". Pungkas perempuan peraih gelar doktor (S3) bidang ekonomi ini kepada KoPi. | A. Gin.

 

back to top