Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Inilah ciri penting kapan bayi harus dibawa ke dokter ketika batuk

Inilah ciri penting kapan bayi harus dibawa ke dokter ketika batuk

KoPi| Bayi mengalami batuk sesak memiliki ciri suara batuk tinggi, kering dan seperti ada suara menging. Sebelum batuk menyerang, sebagian mengalami demam, pilek dan suara serak selama beberapa hari. Biasanya malam hari intensitas batuk meningkat cukup drastis.

Demikian dr. Dini Adityarini, Sp.A., dokter anak dari Surabaya, menjelaskan kepada KoPi. Dokter Dini menyebutkan bahwa bayi dengan batuk sesak bisa disebabkan oleh virus parainfluenza atau virus respiratory syncytial dan virus-virus penyerang pernafasan lainnya. Tenggorokan bayi akan menyempit dan bengkak memerah. 

Usia bayi 3 bulan sampai 6 tahun bisa mendapatkan serangan batuk sesak ini. Ada beberapa tips merawat bayi yang sedang mengalami batuk sesak ini menurut dokter Dini. Jika upaya perawatan bayi dengan batuk sesak sudah tidak bisa, sebaiknya segera dibawa ke dokter anak.

Dokter Dini menyatakan bahwa tidak jarang para orang tua tidak menyadari kapan perlu membawa buah hati ke rumah sakit atau puskesmas. Padahal serangan batuk sesak tersebut bisa sangat berbahaya. Dokter spesialis anak yang aktif dalam budaya ASI untuk buah hati ini menjelaskan beberapa ciri yang menjadi tanda untuk membawa bayi ke perawatan medis serius.

1. Bayi bernafas pendek namun cepat. Perut biasanya terlihat kembang kempis karena berusaha menarik napas ke paru-paru.

2. Area wajah seperti mulut dan hidung terlihat pucat kebiruan. Kuku-kuku jemari juga mengalami perubahan warna ini. Warna pucat dan kebiruan menandakan tubuh kekurangan oksigen.

3. Badan gelisah dengan terus menggerakkan kaki, tangan dan kepala. 

4. Bayi mengalami peningkatan suhu atau demam.

Jika sudah ada empat ciri tersebut, dokter Dini menyarankan secara kuat agar bayi segera dibawah ke rumah sakit, puskesmas atau dokter anak terdekat.

"Para orang tua harus waspada. Sakit batuk demam bisa disembuhkan. Akan tetapi jangan sampai terlambat. Karena usia bayi masih belum memiliki daya tahan seperti usia dewasa," ungkap dokter Dini Adityarini.

back to top