Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Inilah ciri penting kapan bayi harus dibawa ke dokter ketika batuk

Inilah ciri penting kapan bayi harus dibawa ke dokter ketika batuk

KoPi| Bayi mengalami batuk sesak memiliki ciri suara batuk tinggi, kering dan seperti ada suara menging. Sebelum batuk menyerang, sebagian mengalami demam, pilek dan suara serak selama beberapa hari. Biasanya malam hari intensitas batuk meningkat cukup drastis.

Demikian dr. Dini Adityarini, Sp.A., dokter anak dari Surabaya, menjelaskan kepada KoPi. Dokter Dini menyebutkan bahwa bayi dengan batuk sesak bisa disebabkan oleh virus parainfluenza atau virus respiratory syncytial dan virus-virus penyerang pernafasan lainnya. Tenggorokan bayi akan menyempit dan bengkak memerah. 

Usia bayi 3 bulan sampai 6 tahun bisa mendapatkan serangan batuk sesak ini. Ada beberapa tips merawat bayi yang sedang mengalami batuk sesak ini menurut dokter Dini. Jika upaya perawatan bayi dengan batuk sesak sudah tidak bisa, sebaiknya segera dibawa ke dokter anak.

Dokter Dini menyatakan bahwa tidak jarang para orang tua tidak menyadari kapan perlu membawa buah hati ke rumah sakit atau puskesmas. Padahal serangan batuk sesak tersebut bisa sangat berbahaya. Dokter spesialis anak yang aktif dalam budaya ASI untuk buah hati ini menjelaskan beberapa ciri yang menjadi tanda untuk membawa bayi ke perawatan medis serius.

1. Bayi bernafas pendek namun cepat. Perut biasanya terlihat kembang kempis karena berusaha menarik napas ke paru-paru.

2. Area wajah seperti mulut dan hidung terlihat pucat kebiruan. Kuku-kuku jemari juga mengalami perubahan warna ini. Warna pucat dan kebiruan menandakan tubuh kekurangan oksigen.

3. Badan gelisah dengan terus menggerakkan kaki, tangan dan kepala. 

4. Bayi mengalami peningkatan suhu atau demam.

Jika sudah ada empat ciri tersebut, dokter Dini menyarankan secara kuat agar bayi segera dibawah ke rumah sakit, puskesmas atau dokter anak terdekat.

"Para orang tua harus waspada. Sakit batuk demam bisa disembuhkan. Akan tetapi jangan sampai terlambat. Karena usia bayi masih belum memiliki daya tahan seperti usia dewasa," ungkap dokter Dini Adityarini.

back to top