Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Inilah bahaya obat tidur

Inilah bahaya obat tidur

KoPi| Para peneliti dari  University Washington menemukan risiko kecelakaan meningkat bagi  orang yang mengkonsumsi Restoril (temazepam), Desyrel (trazodone) atau Ambien (zolpidem).Para peneliti menyebutkan bahwa Resiko yang berlanjut sampai satu tahun di kalangan pengguna masih batas wajar.

“Risiko yang terkait dengan obat tidur sudah diketahui lama, meskipun studi ini menunjukkan beberapa fakta konsekuensi yang menarik," kata psikiatri di University of Pennsylvania di Philadelphia Michael Grandner.

Menurut Badan Pengawasan Makanan dan  Obat pada tahun 2013 kasus Ambien semakin mengkhawatirkan, dengankenaikan beberapa tahun terakhir.

Untuk mengurangi bahaya terkait dengan kantuk di siang hari, dianjurkan dosis yang lebih rendah dari produk Ambien. Untuk menghindari pengemudi harian.

"Temuan ini teramat mengejutkan Pil tidur adalah masalah besar, "kata juru bicara American Academy of Sleep Medicine, Dr Christopher.

"Studi ini mengejutkan  bahwa banyak dokter tidak tahu bagaimana pasiennya bisa tidur, kebanyakan mereka malah membius pasien", katanya.

Grandner merekomendasikan pengobatan insomnia tidak obat, tetapi terapi perilaku kognitif.

Mengenai jenis terapi ini"menggunakan satu set alat untuk mengubah jadwal Anda dan pada dasarnya memprogram ulang otak Anda untuk tidur. Terapi perilaku kognitif efektif dan jauh lebih aman daripada banyak resep obat tidur.

Publikasikan secara online tanggal 11 Juni di American Journal of Public Health, Ryan Hansen dari University of Washington di Seattle melaporkan catatan kecelakaan kendaraan bermotor lebih dari 400.000 pegendara.

|Himmatul Khoiroh|news.health.com|

back to top