Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Inilah bahaya obat tidur

Inilah bahaya obat tidur

KoPi| Para peneliti dari  University Washington menemukan risiko kecelakaan meningkat bagi  orang yang mengkonsumsi Restoril (temazepam), Desyrel (trazodone) atau Ambien (zolpidem).Para peneliti menyebutkan bahwa Resiko yang berlanjut sampai satu tahun di kalangan pengguna masih batas wajar.

“Risiko yang terkait dengan obat tidur sudah diketahui lama, meskipun studi ini menunjukkan beberapa fakta konsekuensi yang menarik," kata psikiatri di University of Pennsylvania di Philadelphia Michael Grandner.

Menurut Badan Pengawasan Makanan dan  Obat pada tahun 2013 kasus Ambien semakin mengkhawatirkan, dengankenaikan beberapa tahun terakhir.

Untuk mengurangi bahaya terkait dengan kantuk di siang hari, dianjurkan dosis yang lebih rendah dari produk Ambien. Untuk menghindari pengemudi harian.

"Temuan ini teramat mengejutkan Pil tidur adalah masalah besar, "kata juru bicara American Academy of Sleep Medicine, Dr Christopher.

"Studi ini mengejutkan  bahwa banyak dokter tidak tahu bagaimana pasiennya bisa tidur, kebanyakan mereka malah membius pasien", katanya.

Grandner merekomendasikan pengobatan insomnia tidak obat, tetapi terapi perilaku kognitif.

Mengenai jenis terapi ini"menggunakan satu set alat untuk mengubah jadwal Anda dan pada dasarnya memprogram ulang otak Anda untuk tidur. Terapi perilaku kognitif efektif dan jauh lebih aman daripada banyak resep obat tidur.

Publikasikan secara online tanggal 11 Juni di American Journal of Public Health, Ryan Hansen dari University of Washington di Seattle melaporkan catatan kecelakaan kendaraan bermotor lebih dari 400.000 pegendara.

|Himmatul Khoiroh|news.health.com|

back to top